MAHANANI, TINON (2026) PRARANCANGAN PABRIK KIMIA CINNAMALDEHYDE DARI BENZALDEHYDE DAN ACETALDEHYDE KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
COVER_121210011 - tinon.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
ABSTRAK_121210011 - tinon.pdf Download (199kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_121210011 - tinon.pdf Download (545kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_121210011 - tinon.pdf Download (324kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_121210011 - tinon.pdf Download (433kB) |
|
|
Text
DTS_121210011 - tinon.pdf Restricted to Repository staff only Download (7MB) |
Abstract
Cinnamaldehyde merupakan salah satu bahan kimia yang digunakan sebagai bahan
baku untuk penyedap dan pengharum untuk industri. Oleh karena penggunaan
Cinnamaldehyde yang luas dalam dunia industri, maka kebutuhan Cinnamaldehyde di
dalam negeri semakin besar setiap tahunnya. Pabrik Cinnamaldehyde dari Benzaldehyde
dan Acetaldehyde dirancang dengan kapasitas 50.000 ton/tahun yang bekerja selama 330
hari dalam 1 tahun. Bahan baku berupa Benzaldehyde dan Acetaldehyde. Pabrik
direncanakan didirikan di Gresik, Provinsi Jawa Timur, dengan luas tanah yang
dibutuhkan sebesar 7.776 m2 dengan jumlah karyawan sebanyak 159 orang.
Proses pembuatan Cinnamaldehyde terjadi secara eksotermis yang berlangsung
dalam reaktor alir berpengaduk (RATB) dengan menggunakan pendingin air dan katalis
NaoH. Umpan berupa Benzaldehyde sebanyak 8184,83 kg/jam, Acetaldehyde sebanyak
2619,146 kg/jam, serta larutan NaOH sebanyak 163,697 kg/jam masuk ke dalam Reaktor
(R-01) pada tekanan 7 atm dan suhu 70°C. Hasil keluar reaktor dialirkan menuju
Netralizer (N-01) untuk menetralkan campuran tersebut. Hasil dari neutralizer
diumpankan ke Centrifuge (CF-01) untuk memisahkan kandungan garam yang terbentuk
saat proses penetralan. Hasil bawah dari Centrifuge (CF-01) yang berupa campuran
Cinnamaldehyde ,Benzaldehyde dan air kemudian dimurnikan dengan menggunakan
Menara Distilasi (MD-01). Di dalam Menara Distilasi (MD-01) terjadi pemisahan antara
Cinnamaldehyde sebagai komponen utama hasil bawah serta Benzaldehyde sebagai
komponen utama hasil atas yang kemudian di recycle menuju kembali ke dalam Reactor
(R-01). Untuk mendukung jalannya proses produksi dan operasional pabrik, maka pabrik
membutuhkan unit penunjang yang terdiri dari kebutuhan air untuk make up sebanyak
130.186,863 kg/jam dan start up proses sebanyak 433.529,463 kg/jam, listrik sebesar 266
kW, bahan bakar sebesar 998.250,201 untuk fuel oil, udara tekan 26,3 m3 /jam dan steam
sebanyak 68,482 kg/jam.
Pabrik ini memiliki nilai Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp
798.839.878.516,27 dan Working Capital (WC) sebesar Rp 922.337.890.853. Analisis
kelayakan pabrik Cinnamaldehyde ini menunjukkan nilai ROI sebelum pajak sebesar
23,04% dan ROI setelah pajak sebesar 20,73%, nilai POT sebelum pajak adalah 3,03
tahun dan POT setelah pajak adalah 3,25 tahun, BEP sebesar 42,82% dan SDP sebesar
11,35% dan DCF sebesar 15,76% Berdasarkan dari analisis kelayakan dan secara teknis
tersebut, maka pabrik Cinnamaldehyde layak untuk dikaji lebih lanjut.
Kata kunci: Cinnamaldehyde, Benzaldehyde, RATB, Acetaldehye, NaOH
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | TINON MAHANANI (Penulis-121210011) ; Bambang Sugiarto (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Cinnamaldehyde, Benzaldehyde, RATB, Acetaldehye, NaOH |
| Subjek: | Q Science > QD Chemistry |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Kimia |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 02:26 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 02:26 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49441 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
