SILVIA, HAFIZDA DIVA (2026) MODEL PERSEDIAAN MULTI-ITEM BUYER-VENDOR BERBASIS JOINT REPLENISHMENT MEMPERTIMBANGKAN DEMAND PROBABILISTIK DAN KETIDAKPASTIAN LEAD TIME (STUDI KASUS PADA CV PUJA BOX, BANTUL, YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_1222220018_Hafizda Diva Silvia - HAFIZDA DIVA SILVIA.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_122220018_Hafizda Diva Silvia - HAFIZDA DIVA SILVIA.pdf Download (145kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_122220018_Hafizda Diva Silvia - HAFIZDA DIVA SILVIA.pdf Download (384kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_122220018_Hafizda Diva Silvia - HAFIZDA DIVA SILVIA.pdf Download (273kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_122220018_Hafizda Diva Silvia - HAFIZDA DIVA SILVIA.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Fulltext_122220018_Hafizda Diva Silvia - HAFIZDA DIVA SILVIA.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
CV Puja Box merupakan perusahaan manufaktur carton box yang menerapkan sistem produksi Make to Order (MTO). Perusahaan menggunakan bahan baku sheet jenis single wall dan double wall yang diperoleh dari satu supplier. Perusahaan mengalami permasalahan pengendalian persediaan berupa kelebihan dan kekurangan bahan baku akibat permintaan yang bersifat probabilistik dan ketidakpastian lead time pengiriman dari supplier. Kondisi tersebut menyebabkan total biaya persediaan meningkat dan berpotensi mengganggu kelancaran proses produksi. Perusahaan juga menerapkan kebijakan pemesanan rutin yang belum mempertimbangkan karakteristik multi-item dan integrasi buyer vendor.
Penelitian ini mengembangkan model persediaan multi-item buyer–vendor berbasis Joint Replenishment Order (JRO) dengan mempertimbangkan demand probabilistik dan ketidakpastian lead time guna meminimalkan total biaya persediaan berdasarkan karakteristik sistem persediaan pada CV Puja Box. Variabel keputusan pada penelitian ini yaitu interval pemesanan optimal, tingkat persediaan maksimum, dan safety stock. Model dasar yang digunakan dalam pengembangan model ini adalah model Eynan & Kropp (2007) dan Ben-daya & Hariga (2004).
Berdasarkan hasil analisis model, diperoleh interval pemesanan optimal sebesar 0,9762 bulan atau sekitar 29 hari. Tingkat persediaan maksimum untuk bahan baku sheet single wall dan double wall masing-masing sebesar 6.246 lembar dan 3.161 lembar, dengan nilai safety stock sebesar 600 lembar dan 334 lembar. Total biaya persediaan berdasarkan model usulan diperoleh sebesar Rp154.217.249,57 per bulan, sedangkan total biaya persediaan berdasarkan kebijakan perusahaan sebesar Rp159.700.813,64 per bulan. Model usulan mampu memberikan penghematan biaya sebesar Rp4.483.564,07 atau setara dengan
2,82%. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa parameter demand merupakan parameter yang paling berpengaruh terhadap total biaya persediaan, sedangkan parameter biaya simpan buyer dan biaya kekurangan persediaan memiliki pengaruh yang relatif lebih kecil.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | HAFIZDA DIVA SILVIA (122220018 - Penulis) ; LAILA NAFISAH (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Joint Replenishment Order, buyer–vendor, multi-item, demand probabilistik, ketidakpastian lead time. |
| Subjek: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:27 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:27 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49417 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
