AMRU, AFIYA NASYWA (2026) ANALISIS PENENTUAN KEBUTUHAN TENAGA KERJA KONTRAK BERDASARKAN EVALUASI ALTERNATIF PEMENUHAN KAPASITAS PRODUKSI PADA PERIODE PENINGKATAN PERMINTAAN (STUDI KASUS PADA RUMAH PRODUKSI BAKPIA LIVIA, BANTUL, YOGYAKARTA). Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_122220008_Afiya Nasywa Amru - 008_Afiya Nasywa A.pdf Download (125kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_122220008_Afiya Nasywa Amru - 008_Afiya Nasywa A.pdf Download (175kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_122220008_Afiya Nasywa Amru - 008_Afiya Nasywa A.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_122220008_Afiya Nasywa Amru - 008_Afiya Nasywa A.pdf Download (289kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_122220008_Afiya Nasywa Amru - 008_Afiya Nasywa A.pdf Download (250kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Fulltext_122220008_Afiya Nasywa Amru - 008_Afiya Nasywa A.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Rumah Produksi Bakpia Livia merupakan usaha makanan oleh-oleh khas
Daerah Istimewa Yogyakarta yang memproduksi bakpia pathok basah isi kacang
hijau sebagai produk unggulan. Permintaan produk yang bersifat fluktuatif
menyebabkan perusahaan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan kapasitas
produksi, terutama pada periode weekend, libur sekolah, dan hari besar. Kapasitas
produksi pada jam kerja normal hanya mampu menghasilkan sekitar 23.000 pieces
per hari, sedangkan permintaan dapat mencapai 34.000–54.000 pieces per hari.
Penambahan jam lembur dan tenaga kerja kontrak yang dilakukan perusahaan
masih belum mampu memenuhi seluruh permintaan secara optimal karena belum
didasarkan pada kebutuhan kapasitas produksi yang terukur.
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja kontrak
pada stasiun kerja bottleneck di Rumah Produksi Bakpia Livia menggunakan
metode Full Time Equivalent (FTE). Metode FTE digunakan untuk mengukur
beban kerja tenaga kerja berdasarkan waktu baku dan waktu kerja efektif pada
setiap stasiun kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun kerja
pembentukan dan pengisian bakpia serta pengemasan mengalami beban kerja
overload dengan nilai FTE masing-masing sebesar 1,849 dan 4,506.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan tenaga kerja kontrak
maksimum mencapai 30 orang, sedangkan kebutuhan tenaga kerja tetap yang
melakukan lembur maksimum mencapai 32 orang selama 2 jam pada periode
peningkatan permintaan. Evaluasi alternatif pemenuhan kapasitas produksi
menunjukkan bahwa kombinasi tenaga kerja kontrak dan jam lembur tenaga kerja
tetap merupakan alternatif yang paling sesuai untuk diterapkan karena mampu
memenuhi seluruh permintaan distributor pada hari yang sama dengan estimasi
biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai
acuan dalam memenuhi kebutuhan kapasitas produksi pada periode peningkatan
permintaan.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | AFIYA NASYWA AMRU (122220008 - penulis) ; DYAH RACHMAWATI LUCITASARI (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Beban Kerja, Full Time Equivalent (FTE), Tenaga Kerja Kontrak, Bottleneck, Kapasitas Produksi. |
| Subjek: | H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 29 Sep 2026 03:21 |
| Last Modified: | 29 Sep 2026 03:21 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49416 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
