KAJIAN GEOTEKNIK KESTABILAN LERENG DAN STRATEGI MITIGASI LONGSOR DI PADUKUHAN JERING VI, SIDOREJO, GODEAN, SLEMAN, DIY

AZIZAH, NASYWA NADYA NUR (2026) KAJIAN GEOTEKNIK KESTABILAN LERENG DAN STRATEGI MITIGASI LONGSOR DI PADUKUHAN JERING VI, SIDOREJO, GODEAN, SLEMAN, DIY. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 114210126_Cover - nasywa azizah.pdf] Text
114210126_Cover - nasywa azizah.pdf

Download (155kB)
[thumbnail of 114210126_Abstrak - nasywa azizah.pdf] Text
114210126_Abstrak - nasywa azizah.pdf

Download (164kB)
[thumbnail of 114210126_Halaman Pengesahan - nasywa azizah.pdf] Text
114210126_Halaman Pengesahan - nasywa azizah.pdf

Download (415kB)
[thumbnail of 114210126_Daftar Isi - nasywa azizah.pdf] Text
114210126_Daftar Isi - nasywa azizah.pdf

Download (558kB)
[thumbnail of 114210126_Daftar Pustaka - nasywa azizah.pdf] Text
114210126_Daftar Pustaka - nasywa azizah.pdf

Download (222kB)
[thumbnail of 114210126_Fulltext - nasywa azizah.pdf] Text
114210126_Fulltext - nasywa azizah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (37MB)

Abstract

Longsor merupakan salah satu bencana yang sering terjadi pada wilayah berlereng
curam, material tanah yang mudah jenuh air, dan perubahan penggunaan lahan.
Padukuhan Jering VI, Kalurahan Sidorejo, Kapanewon Godean, Kabupaten Sleman
mengalami longsor pada 22 November 2024 sehingga diperlukan kajian geoteknik
sebagai dasar mitigasi. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik
lereng, menganalisis kestabilan lereng, menyusun peta zona berpotensi longsor, dan
merumuskan strategi mitigasi.
Metode penelitian terdiri dari studi literatur, survei lapangan, wawancara, pemetaan
lapangan, pemetaan drone, serta uji laboratorium tanah dan air. Pengujian tanah
meliputi kadar air, berat isi, kohesi, dan sudut geser dalam, sedangkan pengujian
air meliputi Total Dissolved Solids (TDS) dan kekeruhan. Pengambilan sampel
menggunakan purposive sampling. Analisis kestabilan lereng menggunakan
metode Janbu yang disederhanakan untuk memperoleh faktor keamanan (FK),
sedangkan peta zona berpotensi longsor disusun melalui metode skoring,
pembobotan, dan overlay berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lereng 1 memiliki FK 1,584 dan tergolong
stabil. Lereng 2 dan lereng 3 memiliki FK masing-masing 1,018 dan 1,028 sehingga
tergolong labil, sedangkan lereng 4 memiliki FK 1,092 dan tergolong kritis. Peta
zona berpotensi longsor menunjukkan kelas rendah, sedang, dan tinggi di wilayah
penelitian. Strategi mitigasi yang direkomendasikan terdiri dari pemasangan soil
nailing, drainase lereng, revegetasi, penutupan rekahan tanah, serta penguatan
aspek sosial dan institusi.
Kata kunci: longsor, kestabilan lereng, metode Janbu, mitigasi longsor, zona
berpotensi longsor

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: NASYWA NADYA NUR AZIZAH (Penulis-114.210126) ; Herwin Lukito (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: longsor, kestabilan lereng, metode Janbu, mitigasi longsor, zona berpotensi longsor
Subjek: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Lingkungan
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 25 Sep 2026 01:30
Last Modified: 25 Sep 2026 01:30
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49397

Actions (login required)

View Item View Item