PRAYOGI, FAJAR (2026) PERANCANGAN KURSI DAN GAWANGAN YANG ERGONOMIS UNTUK MENGURANGI RISIKO MUSCULOSKELETAL DISORDERS DENGAN METODE QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (Studi Kasus di CV Batik Mahkota Laweyan, Surakarta, Jawa Tengah). Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
122200053_Cover - FAJAR PRAYOGI.pdf Download (220kB) |
|
|
Text
122200053_Abstrak - FAJAR PRAYOGI.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
122200053_Halaman Pengesahan - FAJAR PRAYOGI.pdf Download (416kB) |
|
|
Text
122200053_Daftar Isi - FAJAR PRAYOGI.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
122200053_Daftar Pustaka - FAJAR PRAYOGI.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
122200053_Fulltext - FAJAR PRAYOGI.pdf Restricted to Repository staff only Download (5MB) |
Abstract
CV Batik Mahkota Laweyan merupakan salah satu industri batik yang
berlokasi di kawasan Laweyan, Surakarta. Permasalahan yang ditemukan pada
industri ini adalah munculnya keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) pada
pekerja bagian proses canting. Aktivitas canting dilakukan dengan durasi kerja
standar selama 6 jam per hari disertai waktu istirahat 1 jam, dengan waktu
penyelesaian produksi sekitar dua minggu. Penggunaan kursi dan gawangan yang
kurang ergonomis menyebabkan pekerja sering mengalami keluhan berupa nyeri
pada bagian punggung, pinggang, dan lutut akibat mempertahankan posisi duduk
dalam waktu yang lama.
Penelitian ini bertujuan merancang kursi dan gawangan ergonomis bagi
pekerja batik tulis guna meminimalkan keluhan musculoskeletal disorders. Proses
perancangan menggunakan metode Quality Function Deployment, yaitu
metodologi yang menerjemahkan kebutuhan pengguna menjadi spesifikasi teknis
produk melalui pendekatan sistematis berbasis matriks House of Quality untuk
mengidentifikasi, menganalisis, dan memprioritaskan kebutuhan tersebut. Metode
ini bertujuan memastikan produk yang dikembangkan mampu memenuhi
kebutuhan pelanggan dengan menetapkan standar kualitas serta menjaga
kesesuaian pada setiap tahap pengembangan.
Penerapan metode Quality Function Deployment berbasis ergonomi
menghasilkan rancangan kursi dan gawangan batik yang lebih optimal, dengan
dimensi kursi meliputi alas 51×43 cm, sandaran belakang 55×43 cm, sandaran
tangan 41×25 cm, tinggi kursi 50 cm, serta gawangan berukuran panjang 120 cm
dan tinggi 85 cm. Hasil evaluasi RULA menunjukkan penurunan skor dari 6 dan 5
menjadi 4, sementara skor NBM turun dari 72 dan 73 menjadi 67 dan 66. Hal ini
membuktikan bahwa rancangan baru lebih efektif dalam memperbaiki postur kerja
dan mengurangi keluhan muskuloskeletal pada pekerja.
Kata Kunci: Quality Function Deployment, Musculoskeletal Disorders, RULA,
Ergonomi, NBM, Batik Tulis
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | FAJAR PRAYOGI (Penulis-122200053) ; Dyah Rachmawati Lucitasari (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Quality Function Deployment, Musculoskeletal Disorders, RULA, Ergonomi, NBM, Batik Tulis |
| Subjek: | T Technology > T Technology (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 02:26 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 02:26 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49364 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
