ANALISIS POTENSI TERJADINYA KOROSI PADA PEMBAKARAN BATUBARA DAN BIOMASSA AMPAS TEBU DENGAN METODE ACTIVE OXIDATION RATE

MELLANY, NAHEMIA SEKAR (2026) ANALISIS POTENSI TERJADINYA KOROSI PADA PEMBAKARAN BATUBARA DAN BIOMASSA AMPAS TEBU DENGAN METODE ACTIVE OXIDATION RATE. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 112220124_Cover - Nahemia Sekar Mellany.pdf] Text
112220124_Cover - Nahemia Sekar Mellany.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of 112220124_Abstrak - Nahemia Sekar Mellany.pdf] Text
112220124_Abstrak - Nahemia Sekar Mellany.pdf

Download (305kB)
[thumbnail of 112220124_Pengesahan - Nahemia Sekar Mellany.pdf] Text
112220124_Pengesahan - Nahemia Sekar Mellany.pdf

Download (147kB)
[thumbnail of 112220124_Daftar Isi - Nahemia Sekar Mellany.pdf] Text
112220124_Daftar Isi - Nahemia Sekar Mellany.pdf

Download (306kB)
[thumbnail of 112220124_Daftar Pustaka - Nahemia Sekar Mellany.pdf] Text
112220124_Daftar Pustaka - Nahemia Sekar Mellany.pdf

Download (299kB)
[thumbnail of 112220124_Full Text - Nahemia Sekar Mellany.pdf] Text
112220124_Full Text - Nahemia Sekar Mellany.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Analisis potensi korosi pada bahan bakar batubara dan ampas tebu dilakukan untuk
menilai kecenderungan terjadinya Cl-induced active oxidation pada sistem
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menggunakan pendekatan rasio 2S/Cl
sebagai parameter utama. Sampel yang diuji meliputi batubara sub-bituminus,
batubara lignit, dan ampas tebu. Karakteristik kimia masing-masing bahan bakar
ditentukan melalui analisis proksimat, ultimat, serta X-Ray Fluorescence (XRF)
guna memperoleh kandungan sulfur (S) dan klorin (Cl) yang digunakan dalam
perhitungan rasio 2S/Cl. Hasil pengujian menunjukkan bahwa batubara sub
bituminus memiliki nilai 2S/Cl sebesar 35,06 (kategori minor corrosion), batubara
lignit sebesar 3,12 (kategori medium corrosion), sedangkan ampas tebu memiliki
nilai 1,26 (kategori major corrosion). Nilai tersebut mengindikasikan bahwa ampas
tebu memiliki potensi korosi tertinggi akibat dominasi unsur klorin dan rendahnya
sulfur sebagai pembentuk lapisan pelindung sulfatMeskipun demikian,
karakteristik termal dan kandungan volatil ampas tebu masih memungkinkan
penggunaannya sebagai bahan bakar substitusi melalui sistem co-firing dengan
batubara. Penerapan co-firing biomassa ≤5% terbukti mampu mempertahankan
efisiensi termal, menurunkan emisi gas buang, serta menekan laju korosi. Dengan
demikian, pengendalian korosi melalui optimasi rasio campuran bahan bakar dan
perlakuan awal seperti water leaching menjadi strategi efektif dalam meningkatkan
efisiensi pembakaran sekaligus mendukung penerapan energi bersih dan
berkelanjutan pada PLTU di Indonesia.
Kata kunci: batubara, ampas tebu, rasio 2S/Cl, korosi klorin, co-firing

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: NAHEMIA SEKAR MELLANY (Penulis-112220124) ; Shofa Rijalul Haq (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: batubara, ampas tebu, rasio 2S/Cl, korosi klorin, co-firing
Subjek: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 08 Sep 2026 01:29
Last Modified: 08 Sep 2026 01:29
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49302

Actions (login required)

View Item View Item