GEOLOGI DAN KAJIAN RISIKO BENCANA TSUNAMI DAERAH BALEKAMBANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN BANTUR, KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR

ARRAAFI, YUSUF (2016) GEOLOGI DAN KAJIAN RISIKO BENCANA TSUNAMI DAERAH BALEKAMBANG DAN SEKITARNYA KECAMATAN BANTUR, KABUPATEN MALANG PROVINSI JAWA TIMUR. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Abstrak (Sari).pdf

Download (285kB) | Preview

Abstract

Daerah telitian terletak ± 330 km ke arah timur dari Kota Yogyakarta, dan secara administratif terletak di Daerah Balekambang dan sekitarnya, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Secara geografis daerah telitian terletak pada koordinat UTM 664994 mT – 9081934 mU dan 673994 mT – 9069534 mU. Bagian utara daerah telitian dibatasi oleh Desa Sumberkerto, di sebelah timur dibatasi oleh Desa Tumpakrejo, di sebelah selatan dibatasi oleh Desa Srigonco, dan di sebelah barat dibatasi oleh Desa Bandungrejo dengan skala 1: 25.000 dengan luasan 9x12,4 km. Berdasarkan aspek litologi, struktur geologi, dan stadia erosi geomorfologi di daerah penelitian dibagi menjadi 4 bentukan asal terdiri dari 6 satuan bentuklahan yaitu bentukan asal struktural dengan satuan bentuklahan lereng homoklin (S1), bentukan asal karst dengan satuan bentuklahan perbukitan karst (K1) dan satuan bentuklahan lembah karst (K2), bentukan asal marine dengan satuan bentuklahan bibir pantai (M1), bentukan asal fluvial dengan satuan bentuklahan dataran aluvial (F1) dan satuan bentuklahan tubuh sungai (F2). Stratigrafi daerah telitian yaitu satuan batuan yang paling tua di daerah telitian adalah Satuan breksi Mandalika yang berumur Oligosen Akhir-Miosen Awal. Kemudian terdapat Satuan batugamping – klastik Wonosari (N16-N18) dan Satuan batugamping - terumbu Wonosari yang berumur Miosen Akhir-Pliosen Awal (N17-N18), dan yang paling muda adalah Satuan endapan alluvial dan Satuan endapan pantai yang berumur Holosen yang masih berlanjut hingga sekarang. Struktur geologi yang berkembang di daerah penelitian yaitu berupa sesar mendatar Srigonco. Zona bahaya tsunami di daerah telitian dibagi menjadi 3 yaitu zona bahaya rendah berada pada daerah yang didominasi pada Dusun Banjarsari dengan luas total zona bahaya rendah 24,57 Ha, untuk zona bahaya sedang didominasi oleh Dusun Banjarsari dengan luas total zona bahaya sedang 24,48 Ha, dan zona bahaya tinggi didominasi juga oleh Dusun Banjarsari dengan luas total zona bahaya tinggi 29,16 Ha. Untuk luas zona risiko bencana tsunami yaitu total di zona risiko tinggi 13,23 Ha didominasi oleh Dusun Sumberjambe, di zona risiko sedang 27,18 Ha didominasi juga oleh Dusun Banjarsari, dan di zona risiko rendah 44,01 Ha didominasi oleh Dusun Banjarsari. Terjadi perubahan luas pada ketiga zona diatas hal itu dikarenakan faktor pengaruh dari nilai kerentanan dan kapasitas masing – masing daerah. Kata kunci : Geomorfologi, Stratigrafi, Zona Ancaman Bahaya Tsunami, Zona Resiko Tsunami

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 10 May 2016 03:48
Last Modified: 18 May 2016 02:39
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/493

Actions (login required)

View Item View Item