FATURRAHMAN, WILDAN NUR (2022) ANALISIS KESTABILAN LERENG MENGGUNAKAN METODE KESETIMBANGAN BATAS PADA TAMBANG BATUBARA PT. BENCOOLEN MINING DI DESA TANJUNG DALAM KECAMATAN ULOK KUPAI KABUPATEN BENGKULU UTARA PROVINSI BENGKULU. Skripsi thesis, UPNVYK.
|
Text
COVER_WILDAN NUR FATURRAHMAN.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
DAFTAR ISI_WILDAN NUR FATURRAHMAN (1).pdf Download (381kB) |
|
|
Text
DAFTAR PUSTAKA_WILDAN NUR FATURRAHMAN.pdf Download (244kB) |
|
|
Text
LEMBAR PENGESAHAN_WILDAN NUR FATURRAHMAN_2.pdf Download (441kB) |
|
|
Text
RINGKASAN_WILDAN NUR FATURRAHMAN.pdf Download (340kB) |
|
|
Text
DRAFT SKRIPSI_WILDAN NUR FATURRAHMAN.pdf Restricted to Repository staff only Download (10MB) |
Abstract
PT. Bencoolen Mining (PT. BM) Merupakan perusahaan pertambangan batubara
yang beroperasi di Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu. Kegiatan
penambangan tambang terbuka PT. BM akan menghasilkan lereng berjenjang
highwall hingga lapisan batubara pada sayatan penampang. Lereng penambangan
akan berpotensi longsor apabila geometri lereng yang digunakan tidak sesuai
dengan karakteristik massa batuan di dinding bukaan lubang, sehingga diperlukan
perancangan geometri lereng pendahuluan yang aman dan stabil sesuai
karakteristik massa batuan, jenis potensi longsor dan kondisi geologi setempat.
Lokasi penelitian berada pada site Tanjung Dalam dengan penampang sayatan
lereng yang mempunyai kedalaman 30 meter untuk kondisi aktual lereng highwall
dengan rata-rata kohesi untuk material sandstone sebesar 36,94 kPa, claystone
sebesar 44,40 kPa dan material soil sebesar 29,42 kPa. Rata-rata sudut gesek
dalam untuk material sandstone sebesar 18,61°, claystone sebesar 14,03°, dan
untuk material soil sebesar 7,06°. Perhitungan Faktor Keamanan menggunakan
metode kesetimbangan batas (limit equilibrium method), pada dinding highwall
yang berpotensi longsoran busur (circular failure) meggunakan metode Bishop,
Analisis Probabilistik (probabilistic of failure) serta dengan pendekatan
perhitungan kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb. Permodelan dilakukan dengan
pendekatan sifat fisik dan mekanik batuan hasil uji laboratorium. Analisis lereng
tunggal menggunakan variasi kemiringan 40°, 50°, 60° dengan kondisi lereng
kering dan jenuh. Analisis lereng keseluruhan menggunakan variasi lebar bench
dengan kondisi Muka Air Tanah (MAT) kering, 8H, 4H, 2H dan jenuh menurut
Hoek and Bray (1981). Lereng tunggal dianggap stabil jika Faktor Keamanan
(FK) ≥ 1,1, dan lereng keseluruhan stabil apabila FK ≥ 1,2 (sesuai dengan
Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia No.
1827 K/30/MEM/2018).
Berdasarkan hasil analisis menggunakan metode kesetimbangan batas dengan
program Slide Rocscience v.6.0 diperoleh lereng tunggal yang dapat diaplikasikan
dengan tinggi 10 meter dan sudut 40° dan lebar bench 6 meter dalam kondisi
lereng Jenuh. Untuk lereng keseluruhan, sayatan lereng highwall ketinggian 30
meter dengan sudut 32° dan lebar bench 6 meter dalam kondisi lereng sebagian
jenuh (4H). Analisis menghasilkan lereng optimum untuk highwall dalam kondisi
lereng sebagian jenuh sehingga analisis pengaruh kondisi MAT diperlukan untuk
mengontrol kestabilan akibat pengaruh MAT berupa pemasangan stand pipe
piezometer dan kegiatan drainase serta penyaliran.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan |
| Depositing User: | Eny Suparny |
| Date Deposited: | 07 Sep 2026 06:46 |
| Last Modified: | 07 Sep 2026 06:46 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49296 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
