SALAMA, VILDA UDA SYIFAUS (2026) PENGARUH PENERAPAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) BUDIDAYA TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutescens L.) TERHADAP KEANEKARAGAMAN ARTROPODA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_134220071_Vilda Uda Syifaus Salama.pdf Download (283kB) |
|
|
Text
Abstrak_134220071_Vilda Uda Syifaus Salama.pdf Download (335kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_134220071_Vilda Uda Syifaus Salama.pdf Download (953kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_134220071_Vilda Uda Syifaus Salama.pdf Download (337kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_134220071_Vilda Uda Syifaus Salama.pdf Download (400kB) |
|
|
Text
Fulltext_134220071_Vilda Uda Syifaus Salama.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi di Indonesia, namun produktivitasnya sering menurun akibat serangan hama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan standar operasional prosedur (SOP) budidaya tanaman cabai rawit terhadap keanekaragaman artropoda. Penelitian dilakukan di Desa Mlese, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah pada empat lahan dengan SOP berbeda, yaitu Fertigasi Edufarmers, Fertigasi BRIN, BRIN Regeneratif, dan Non-Fertigasi Pak Dayat. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Juni 2025 hingga September 2025. Pengambilan sampel menggunakan yellow sticky trap dan pitfall trap. Hasil penelitian menunjukkan jumlah artropoda pada lahan Fertigasi Edufarmers sebanyak 3.875 individu (89 genus), Fertigasi BRIN 3.627 individu (93 genus), BRIN Regeneratif 2.960 individu (89 genus), dan Non-Fertigasi Pak Dayat 2.823 individu (87 genus). Puncak populasi terjadi pada umur tanaman 101–108 hari setelah tanam (HST). Indeks keanekaragaman Shannon-Wiener berada pada kategori sedang hingga tinggi (H’ = 2,86–3,18), kemerataan tinggi (E = 0,64–0,70), dan dominansi rendah (D = 0,09–0,16). Komposisi peran menunjukkan hama dan parasitoid dominan pada Fertigasi Edufarmers, predator dan artropoda netral lebih tinggi pada Fertigasi BRIN, sedangkan dekomposer paling melimpah pada Non-Fertigasi Pak Dayat. Lahan Fertigasi BRIN memiliki jumlah genus dan keanekaragaman tertinggi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | VILDA UDA SYIFAUS SALAMA (Penulis - 134220071); Miftahul Ajri (Pembimbing 1); RR Rini Murtiningsih (Pembimbing 2) |
| Uncontrolled Keywords: | Cabai rawit, keanekaragaman artropoda, perangkap, Standar Operasional Prosedur (SOP) |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 05 Jun 2026 06:17 |
| Last Modified: | 05 Jun 2026 06:17 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49161 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
