PENERAPAN KESEIMBANGAN BEBAN KERJA OPERATOR SEWING MENGGUNAKAN TEKNIK WORK SHARING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI LINI PRODUKSI (Studi kasus pada PT Woneel Midas Leather, Kabupaten Gunungkidul)

Dendy Satriawan, . (2026) PENERAPAN KESEIMBANGAN BEBAN KERJA OPERATOR SEWING MENGGUNAKAN TEKNIK WORK SHARING UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI LINI PRODUKSI (Studi kasus pada PT Woneel Midas Leather, Kabupaten Gunungkidul). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Cover_122220035_Dendy Satriawan.pdf] Text
1_Cover_122220035_Dendy Satriawan.pdf

Download (80kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_122220035_Dendy Satriawan.pdf] Text
2_Abstrak_122220035_Dendy Satriawan.pdf

Download (191kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_Dendy Satriawan.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_Dendy Satriawan.pdf

Download (558kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_122220035_Dendy Satriawan.pdf] Text
4_Daftar Isi_122220035_Dendy Satriawan.pdf

Download (307kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_122220035_Dendy Satriawan.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_122220035_Dendy Satriawan.pdf

Download (267kB)
[thumbnail of 6_Skripsi Full_122220035_Dendy Satriawan.pdf] Text
6_Skripsi Full_122220035_Dendy Satriawan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

PT Woneel Midas Leather bergerak di sektor produksi sarung tangan yang menerapkan sistem produksi Make to Order (MTO). Permasalahan yang dihadapi adalah ketidakseimbangan beban kerja di lini produksi line sewing 2A. Produk sarung tangan style Nike Vapor Jet 9.0 FG menjadi fokus penelitian karena memiliki permintaan repetitive order tertinggi pada periode Oktober-Maret 2025/2026. Perbedaan waktu proses antar operasi dan alokasi operator yang belum tepat menyebabkan tidak meratanya beban kerja. Kondisi ini juga menyebabkan munculnya bottleneck, efisiensi lintasan rendah, dan tidak tercapainya target produksi sehingga diperlukan aktivitas lembur.
Penelitian menerapkan teknik work sharing dinamis dengan melakukan tiga perencanaan skenario perbaikan. Skenario dibuat dengan mempertimbangkan 28 operator, 36 mesin dan target produksi 1600 unit. Skenario 1 menerapkan pendekatan threshold jumlah entity antrian. Skenario 2 menerapkan pendekatan target completion. Skenario 3 mengombinasikan kedua pendekatan tersebut. Selanjutnya dilakukan pemodelan simulasi menggunakan bantuan software ARENA untuk mengevaluasi kinerja sistem produksi setelah penerapan perbaikan.
Skenario 3 terpilih sebagai alternatif terbaik. Hasil nilai rata-rata beban kerja operator menurun dari 85,27% menjadi 84,70% serta hasil report simulasi distribusi beban kerja yang lebih merata. Beban kerja tertinggi menurun dari 118,1% menjadi 91,95% dan beban kerja terendah meningkat dari 55,6% menjadi 70,35%. Rata-rata output produksi dan efisiensi lintasan meningkat dari 1484 unit dengan efisiensi lini 79,03% menjadi 1600 unit dengan efisiensi lini 85,20%. Aktivitas lembur 2 jam per hari selama 6 hari kerja dengan total biaya lembur sebesar Rp 9.759.537 berhasil dieliminasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa teknik work sharing efektif dalam meningkatkan pemerataan beban kerja dan meningkatkan efisiensi lini produksi.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: DENDY SATRIAWAN (Penulis - 122220035); Intan Berlianty (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Teknik work sharing, beban kerja operator, software Arena, efisiensi lintasan, biaya lembur.
Subjek: T Technology > T Technology (General)
T Technology > TS Manufactures
Divisions: Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri
Depositing User: DENDY SATRIAWAN
Date Deposited: 04 Jun 2026 07:17
Last Modified: 04 Jun 2026 07:17
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49117

Actions (login required)

View Item View Item