ANALISIS KELEMBAPAN LAHAN GAMBUT TROPIS MENGGUNAKAN MODEL OPTRAM (OPTICAL TRAPEZOID MODEL) BERBASIS CITRA SENTINEL-2 (STUDI KASUS : DESA TABALA JAYA)

Assyfa Rahma Dina, . (2026) ANALISIS KELEMBAPAN LAHAN GAMBUT TROPIS MENGGUNAKAN MODEL OPTRAM (OPTICAL TRAPEZOID MODEL) BERBASIS CITRA SENTINEL-2 (STUDI KASUS : DESA TABALA JAYA). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Kover_117220023.pdf] Text
Kover_117220023.pdf

Download (545kB)
[thumbnail of Abstrak_117220023.pdf] Text
Abstrak_117220023.pdf

Download (330kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_117220023.pdf] Text
Halaman Pengesahan_117220023.pdf

Download (60kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_117220023.pdf] Text
Daftar Pustaka_117220023.pdf

Download (316kB)
[thumbnail of Daftar Isi_117220023.pdf] Text
Daftar Isi_117220023.pdf

Download (359kB)
[thumbnail of Fulltext_117220023.pdf] Text
Fulltext_117220023.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Penelitian ini bertujuan memetakan distribusi spasial kelembapan lahan gambut tropis di Desa Tabala Jaya, Kabupaten Banyuasin menggunakan pendekatan Optical Trapezoid Model (OPTRAM) berbasis citra Sentinel-2. OPTRAM memanfaatkan hubungan antara Normalized Difference Vegetation Index (NDVI) dan Shortwave Infrared Transformed Reflectance (STR) dalam ruang trapesoid dua dimensi yang menunjukkan nilai kelembapan lahan setiap piksel dari kering hingga basah (Sadeghi et al., 2017). Hasil pemodelan menunjukkan nilai indeks kelembapan rata-rata sebesar 0,349 dengan median 0,267 pada rentang 0,003-0,999. Klasifikasi menggunakan metode Natural Breaks (Jenks) menghasilkan tiga kelas kelembapan: kelas Kering (0-0,392) mendominasi dengan luas 284,577 ha (62,0%), diikuti kelas Sedang 112,703 ha (24,6%), dan kelas Basah 61,462 ha (13,4%). Analisis deskriptif terhadap lima titik pengamatan lapangan menunjukkan bahwa titik pengamatan pada bekas tambak ikan menghasilkan estimasi paling representatif karena tutupan vegetasi yang lebih terbuka memungkinkan sinyal SWIR mencerminkan kondisi permukaan tanah gambut secara lebih langsung. Tutupan vegetasi yang mencapai 90% area penelitian menjadi faktor pembatas utama karena sinyal SWIR lebih mencerminkan kandungan air kanopi nipah dan mangrove daripada kelembapan lahan gambut, sehingga dominasi kelas Kering yang diperoleh merupakan hasil gabungan dari kondisi musiman akhir kemarau dan keterbatasan penetrasi sinyal SWIR menembus kanopi lebat (Burdun et al., 2023; Koupaei-Abyazani et al., 2024). Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPTRAM berpotensi digunakan untuk menggambarkan variasi spasial kelembapan gambut tropis secara kontinu, namun penerapannya pada ekosistem bervegetasi lebat perlu mempertimbangkan batasan tutupan kanopi secara eksplisit.

Kata kunci: Kelembapan lahan gambut, OPTRAM, Sentinel-2, Penginderaan jauh, Hidrologi gambut

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: ASSYFA RAHMA DINA (Penulis - 117220023) ; Lysa Dora Ayu Nugraini (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Kelembapan lahan gambut, OPTRAM, Sentinel-2, Penginderaan jauh, Hidrologi gambut
Subjek: G Geography. Anthropology. Recreation > GA Mathematical geography. Cartography
G Geography. Anthropology. Recreation > GB Physical geography
G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geomatika
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 02 Jun 2026 01:07
Last Modified: 02 Jun 2026 01:07
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/49037

Actions (login required)

View Item View Item