Adelia Agatha, . (2026) Evaluasi Tipe dan Karakteristik Mataair sebagai Dasar Konservasi untuk Kebutuhan Air Domestik di Kadipiro, Seyegan, Sleman, DIY. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_114220035.pdf Download (211kB) |
|
|
Text
Abstrak_114220035.pdf Download (270kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_114220035.pdf Download (238kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_114220035.pdf Download (422kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_114220035.pdf Download (254kB) |
|
|
Text
Fulltext_114220035.pdf Restricted to Repository staff only Download (17MB) |
Abstract
Mataair Kadipiro terletak di Dusun Kadipiro, Kalurahan Margodadi, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air domestik masyarakat. Secara hidrogeologi, mataair ini berkembang pada akuifer lokal endapan fluvial paleochannel yang memiliki sebaran terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan jenis mataair sebagai dasar penilaian potensi sumber daya air, menganalisis potensi kuantitas mataair dalam memenuhi kebutuhan domestik selama 10 tahun ke depan, menganalisis tingkat kerentanan airtanah terhadap potensi pencemaran, serta menyusun arahan pengelolaan mataair berdasarkan karakteristik, potensi, dan tingkat kerentanan airtanah.
Metode penelitian meliputi survei dan pemetaan, wawancara (in-depth interview), pengambilan sampel dengan metode grab sampling dan purposive sampling, serta pengujian laboratorium. Analisis data dilakukan secara deskriptif spasial melalui overlay satuan lahan dan daerah resapan air, serta menggunakan metode DRASTIC modifikasi untuk menilai tingkat kerentanan airtanah. Selain itu, digunakan metode matematis untuk menghitung Indeks Kekritisan Mataair (IKA) dan analisis proyeksi kebutuhan air guna mengevaluasi kecukupan debit dalam jangka waktu 10 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mataair Kadipiro merupakan mataair kontak (contact spring) dengan tipe aliran tahunan (perennial spring) dan debit sebesar 0,0314 liter/detik yang termasuk dalam kelas debit VII menurut klasifikasi Meinzer. Kualitas air belum memenuhi baku mutu berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 pada parameter pH, fosfat, dan total coliform. Hasil proyeksi menunjukkan bahwa mataair diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan air domestik hingga tahun 2032 dan mulai memasuki kondisi kritis pada tahun 2033, setelah itu berpotensi mengalami kondisi defisit. Tingkat kerentanan airtanah berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang menunjukkan kerentanan terhadap pencemaran cukup signifikan. Berdasarkan kondisi tersebut, arahan pengelolaan difokuskan pada perlindungan kawasan mataair melalui penerapan zonasi perlindungan, pengendalian aktivitas berpotensi pencemar, serta konservasi daerah imbuhan melalui penerapan teknologi rorak dan lubang resapan biopori. Selain itu, diperlukan perbaikan bangunan pelindung mataair serta peningkatan peran masyarakat dan dukungan kebijakan untuk menjaga keberlanjutan kualitas dan kuantitas mataair.
Kata kunci: mataair, kualitas air, kuantitas air, kerentanan airtanah, konservasi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | ADELIA AGATHA (Penulis - 114220035); Herwin Lukito (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | mataair, kualitas air, kuantitas air, kerentanan airtanah, konservasi. |
| Subjek: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 21 May 2026 06:25 |
| Last Modified: | 21 May 2026 06:25 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48667 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
