Septianingsih, . (2026) ANALISIS MIKROZONASI BAHAYA SEISMIK DENGAN PENDEKATAN GROUND MOTION PREDICTION EQUATION (GMPE) ATKINSON DAN BOORE (2003) PADA JALUR SESAR OPAK BAGIAN SELATAN. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_115220028.pdf Download (208kB) |
|
|
Text
Abstrak_115220028.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_115220028.pdf Download (253kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_115220028.pdf Download (390kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_115220028.pdf Download (216kB) |
|
|
Text
Skripsi Full_115220028.pdf Restricted to Repository staff only Download (8MB) |
Abstract
Sesar Opak merupakan salah satu sesar aktif di wilayah Yogyakarta yang memiliki potensi bahaya seismik tinggi dan berperan dalam aktivitas kegempaan, seperti Gempa Yogyakarta tahun 2006 yang menyebabkan kerusakan infrastruktur secara luas. Tingkat kerentanan seismik di sekitar sesar dipengaruhi oleh kondisi geologi lokal, terutama ketebalan sedimen yang mengontrol respons tanah terhadap gelombang seismik. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk menyusun mikrozonasi seismik berdasarkan karakteristik dinamika tanah dan tingkat bahaya gempa pada bagian selatan jalur Sesar Opak yang berkembang sebagai kawasan permukiman.
Data mikrotremor diperoleh dari 37 titik pengamatan dengan jarak antara titik ±600 m dan durasi perekaman ±30 menit. Analisis dilakukan menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk memperoleh parameter frekuensi dominan (f0), amplifikasi (A0), dan Vs30. Estimasi percepatan tanah maksimum (PGA) dilakukan menggunakan pendekatan Ground Motion Prediction Equation (GMPE) Atkinson dan Boore (2003), yang diintegrasikan dengan analisis site effect, dengan estimasi magnitudo sumber gempa sebesar Mw 6,8. Selanjutnya, mikrozonasi seismik ditentukan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) melalui pembobotan setiap parameter.
Hasil penelitian menunjukkan nilai f0 sebesar 1,02-14,00 Hz, A0 1,08-9,04, Vs30 sebesar 223-586 m/s, dan PGA sebesar 0,11-0,19 g. Zona kerentanan tinggi umumnya berada di Kecamatan Pundong, Jetis, dan Bambanglipuro yang didominasi tanah lunak yang rentan terhadap penguatan guncangan gempa. Sementara itu, zona dengan tingkat kerentanan rendah berada di Kecamatan Purwosari dan Imogiri bagian selatan yang tersusun oleh material tanah yang lebih kompak. Penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar dalam upaya mitigasi bencana gempa bumi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | SEPTIANINGSIH (Penulis - 115220028) ; WAHYU HIDAYAT (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | AHP, Mikrozonasi Seismik, PGA, dan Sesar Opak |
| Subjek: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QC Physics Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 19 May 2026 02:04 |
| Last Modified: | 19 May 2026 02:04 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48428 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
