PERANAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN KOMODITAS KOPI DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN WONOSOBO

ZULQA CAHAYANI, . (2026) PERANAN SUBSEKTOR PERKEBUNAN KOMODITAS KOPI DALAM PEREKONOMIAN KABUPATEN WONOSOBO. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_135220033.pdf] Text
Cover_135220033.pdf

Download (231kB)
[thumbnail of Abstrak_135220033.pdf] Text
Abstrak_135220033.pdf

Download (274kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan_135220033.pdf] Text
Lembar Pengesahan_135220033.pdf

Download (107kB)
[thumbnail of Daftar Isi_135220033.pdf] Text
Daftar Isi_135220033.pdf

Download (233kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_135220033.pdf] Text
Daftar Pustaka_135220033.pdf

Download (276kB)
[thumbnail of Full Text_135220033.pdf] Text
Full Text_135220033.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Subsektor perkebunan memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi daerah, khususnya komoditas kopi arabika dan robusta di Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis kontribusi nilai produksi kopi terhadap subsektor perkebunan di Kabupaten Wonosobo 2) mengidentifikasi wilayah basis dan prospektif komoditas kopi di Kabupaten Wonosobo serta 3) menganalisis potensi pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Wonosobo menggunakan pendekatan SIG. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Dinas Pangan, Pertanian dan Perikanan serta BPS Kabupaten Wonosobo. Analisis yang digunakan meliputi kontribusi, Location Quotient (LQ), Dynamic Location Quotient (DLQ), dan pemetaan SIG. Hasil penelitian menunjukkan kontribusi nilai produksi kopi terhadap subsektor perkebunan di Kabupaten Wonosobo sebesar 20%, terdiri atas 11% kopi arabika dan 9% kopi robusta. Kecamatan Kalikajar memiliki kontribusi tertinggi, yaitu 44% untuk arabika dan 27% untuk robusta. Wilayah basis dan prospektif kopi robusta terdapat di Kecamatan Wonosobo dan Sukoharjo, sedangkan Kecamatan Kertek merupakan wilayah prospektif kopi arabika. Potensi pengembangan kopi arabika terdapat di Kecamatan Kalikajar, Wonosobo, Watumalang, Mojotengah, dan Garung. Kopi robusta potensial dikembangkan di Kecamatan Wonosobo dan Sukoharjo karena tergolong basis dan prospektif. Meskipun Kecamatan Kalikajar memiliki kontribusi tertinggi terhadap produksi kopi, hasil DLQ menunjukkan wilayah tersebut belum prospektif karena laju pertumbuhannya lebih rendah dibandingkan wilayah acuan

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: ZULQA CAHAYANI (Penulis - 135220033) ; Budi Widayanto (Pembimbing )
Uncontrolled Keywords: Subsektor perkebunan, kopi, analisis kontribusi, LQ, DLQ
Subjek: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > (S1) Agribisnis
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 13 May 2026 01:03
Last Modified: 13 May 2026 01:03
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/48286

Actions (login required)

View Item View Item