IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISITIVITAS DAN TIME DOMAIN INDUCE POLARIZATION (TDIP) KONFIGURASI GRADIENT PADA AREA “X”, JAWA TIMUR

RHENATA NANDY ANANTA, . (2026) IDENTIFIKASI ZONA MINERALISASI DENGAN METODE GEOLISTRIK RESISITIVITAS DAN TIME DOMAIN INDUCE POLARIZATION (TDIP) KONFIGURASI GRADIENT PADA AREA “X”, JAWA TIMUR. Tugas Akhir thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.

[thumbnail of 1. Cover_115210077.pdf] Text
1. Cover_115210077.pdf

Download (175kB)
[thumbnail of 2. Abstrak_115210077.pdf] Text
2. Abstrak_115210077.pdf

Download (293kB)
[thumbnail of 3. Lembar Pengesahan_115210077.pdf] Text
3. Lembar Pengesahan_115210077.pdf

Download (177kB)
[thumbnail of 4. Daftar Isi_115210077.pdf] Text
4. Daftar Isi_115210077.pdf

Download (271kB)
[thumbnail of 5. Daftar Pustaka_115210077.pdf] Text
5. Daftar Pustaka_115210077.pdf

Download (264kB)
[thumbnail of 6. Skripsi Full_115210077.pdf] Text
6. Skripsi Full_115210077.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)
Official URL: http://upnyk.ac.id

Abstract

Emas merupakan logam mulia yang menjadi acuan ekonomi dunia, karena itu emas banyak dicari. Indonesia, memiliki potensi emas besar khususnya di area jawa timur, perlu dilakukan suatu eksploitasi untuk menambang sumberdaya yang bernilai ekonomis, karena keterbatasan informasi bawah permukaan, diperlukannya eksplorasi salah satunya dengan metode geolistrik untuk menganalisis anomali geofisika (resistivitas dan chargeabilitas), dalam memetakan distribusi mineralisasi emas di daerah “X”, PT Bumisuksesindo.
Penelitian ini dilakukan di daerah “X”, Banyuwangi, Jawa Timur. Eksplorasi ini menggunakan metode TDIP konfigurasi gradient dengan luas 2,5 km × 0,6 km, panjang lintasan 1.225 m berorientasi barat–timur, dengan enam lintasan, spasi elektroda 25 m, dan n=1–4. Analisis dilakukan terhadap anomali chargeabilitas dan resistivitas hasil survei TDIP yang dikorelasikan dengan data bor serta pemetaan geologi untuk mengetahui hubungan dengan mineralisasi emas sebagai dasar eksplorasi lanjutan. Pengolahan data dengan Res2Dinv untuk inversi dan pemodelan 2D, serta Leapfrog untuk korelasi penampang dan peta slicing kedalaman.
Hasil menunjukkan rentang resistivitas (3,2–2905,4) Ohm-m dan chargeability (0,91–65,14) msec. Zona alterasi argilik (tuff, batupasir) memiliki resistivitas <150 Ohm-m, zona advance argilik (breksi hidrotermal) (150–500) Ohm-m, dan zona silisikasi (batuan terobosan) >500 Ohm-m. Distribusi lateral nilai chargeability menunjukkan zona prospek dengan nilai >30 msec yang dominan di area tengah dan sebagian di area barat. Zona ini secara litologi tersusun oleh tonalit sebagai batuan induk pembawa sulfida yang diapit oleh breksi hidrotermal dan batupasir dengan resistivitas (20–500) Ohm-m. Berdasarkan peta slicing kedalaman, target prospektif utama berada di area tengah dan barat yang memperlihatkan kemenerusan anomali chargeability tinggi >30 msec dan resistivitas sedang (150-500) Ohm-m pada litologi breksi hidrotermal.

Kata kunci : chargebilitas, gradient array, mineralisasi, resistivitas, TDIP.

Item Type: Tugas Akhir (Tugas Akhir)
Additional Information: RHENATA NANDY ANANTA (Penulis-115210077) ; YATINI (Pembimbing 1)
Uncontrolled Keywords: chargebilitas, gradient array, mineralisasi, resistivitas, TDIP
Subjek: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 27 Apr 2026 06:16
Last Modified: 27 Apr 2026 06:16
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47979

Actions (login required)

View Item View Item