GHANIS ZAHRA IMARTHA, . and PUSPITA KUSUMANINGRUM, . (2026) PRARANCANGAN PABRIK ISOPROPILAMIN DARI HIDROGEN, ASETON, DAN AMONIA KAPASITAS 50.000 TON/TAHUN. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.
|
Text
1_Cover_121210072.pdf Download (78kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_121210072.pdf Download (142kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_121210072.pdf Download (253kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_121210072.pdf Download (106kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_121210072.pdf Download (162kB) |
|
|
Text
6_Fulltext_121210072.pdf Restricted to Repository staff only Download (40MB) |
Abstract
Isopropilamin merupakan senyawa amina primer yang banyak digunakan
dalam industri kimia, terutama sebagai bahan baku pembuatan herbisida,
pestisida, dan farmasi. Proyeksi kebutuhan impor Isopropilamin di Indonesia yang
terus meningkat menjadi latar belakang perancangan pabrik Isopropilamin dengan
kapasitas 50.000 ton/tahun ini. Pabrik dirancang beroperasi selama 330 hari
dalam setahun dan 24 jam sehari. Bahan baku berupa Aseton diperoleh PT. Global
Chemical Public Company Limited, Amonia dari PT. Pupuk Kujang Cikampek, dan
Hidrogen dari PT. Air Product Indonesia. Perusahaan akan didirikan dengan
badan hukum Perseroan Terbatas (PT) di kawasan industri Karawang, Jawa
Barat, dengan luas tanah 37.060 m² dan jumlah karyawan sebanyak 160 orang.
Proses pembuatan isopropilamin dilakukan melalui reaksi hidroaminasi antara
aseton, amonia, dan hidrogen di dalam Reaktor Trickle Bed Multitube (R-01)
menggunakan katalis Ni/Al₂O₃ pada suhu 110°C dan tekanan 8 atm. Reaksi
berlangsung secara eksotermis sehingga diperlukan jaket pendingin untuk menjaga
suhu operasi. Hasil keluaran reaktor berupa campuran fase gas dan cair
dipisahkan menggunakan Separator (SP-02). Fase gas meliputi aseton, amonia,
dan hidrogen sedangkan fase cair meliputi isopropilamin (IPA), diisopropilamin
(DIPA), dan isopropanol. Fase gas akan keluar sebagai hasil atas separator. Hasil
atas diturunkan suhunya untuk mengembunkan IPA, DIPA, dan isopropanol dan
dipisahkan menggunakan separator (SP-03). Hasil atas dari SP-03 direcycle
menuju ke reaktor sebagai umpan sedangkan hasil bawah menuju ke UPL.
Selanjutnya untuk hasil bawah separator (SP-02) dialirkan menuju menara distilasi
(MD – 01) untuk memisahkan IPA dari produk samping (DIPA dan isopropanol).
IPA yang telah terpisahkan disimpan pada tangki penyimpanan dalam kondisi
operasi 2 atm dan suhu 35°C.
Sarana utilitas pendukung meliputi kebutuhan air sebesar 109.487,83 kg/jam yang
diperoleh dari Water Treatment Plant yang berada di Karawang New Industry
City, kebutuhan listrik sebesar 519,84 kW dari PLN dengan cadangan generator,
serta kebutuhan bahan bakar fuel oil sebanyak 629,10 kg/jam. Udara tekan yang
dibutuhkan untuk instrumentasi adalah sebesar 177,09 m³/jam.
Hasil evaluasi ekonomi menunjukkan nilai modal tetap (Fixed Capital Investment)
sebesar Rp 1.379.058.483.263 dan modal kerja (Working Capital) sebesar Rp
1.854.348.385.597. Analisis ekonomi menunjukkan nilai ROI sebelum pajak
sebesar 45,59% dan ROI sesudah pajak sebesar 35,56%. Nilai POT sebelum pajak
adalah 1,80 tahun dan POT sesudah pajak 2,19 tahun. Nilai BEP sebesar 40,33%,
nilai SDP sebesar 15,46%, dan nilai DCF sebesar 26,47%. Berdasarkan parameter
teknis dan evaluasi ekonomi tersebut, pabrik Isopropilamin ini layak untuk
didirikan.
Kata kunci: aseton, amonia, hidrogen, isopropilamin, trickle bed
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | GHANIS ZAHRA IMARTHA (Penulis-121210072); PUSPITA KUSUMANINGRUM (Penulis-121210075); MUHAMAD MAULANA AZIMATUN NUR (Pembimbing 1); MUHAMMAD REDO RAMADHAN (Pembimbing 2) |
| Uncontrolled Keywords: | aseton, amonia, hidrogen, isopropilamin, trickle bed |
| Subjek: | T Technology > TP Chemical technology |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Kimia |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 23 Apr 2026 08:15 |
| Last Modified: | 23 Apr 2026 08:15 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47928 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
