HUBUNGAN PROSES LATERITISASI TERHADAP DISTRIBUSI DAN KONSENTRASI KADAR NI PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT DAERAH PAKA INDAH, OHEO, KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA

Rakha Bisma Janitra, . (2026) HUBUNGAN PROSES LATERITISASI TERHADAP DISTRIBUSI DAN KONSENTRASI KADAR NI PADA ENDAPAN NIKEL LATERIT DAERAH PAKA INDAH, OHEO, KONAWE UTARA, SULAWESI TENGGARA. Tugas Akhir thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_111220151.pdf] Text
Cover_111220151.pdf

Download (466kB)
[thumbnail of Abstrak_111220151.pdf] Text
Abstrak_111220151.pdf

Download (983kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_111220151.pdf] Text
Halaman Pengesahan_111220151.pdf

Download (327kB)
[thumbnail of Daftar Isi_111220151.pdf] Text
Daftar Isi_111220151.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_111220151.pdf] Text
Daftar Pustaka_111220151.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Fulltext_111220151.pdf] Text
Fulltext_111220151.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (118MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Endapan nikel laterit terbentuk melalui proses lateritisasi yang kompleks dan
bersifat heterogen, sehingga distribusi dan kadar nikel (Ni) sering kali tidak
berkembang secara merata meskipun berada dalam satu satuan batuan ultramafik
yang sama, kondisi ini mendorong dilakukannya penelitian untuk memahami
keterkaitan antara proses lateritisasi dengan pola distribusi dan pengayaan Ni secara
lebih rinci. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kondisi geologi daerah
penelitian serta menganalisis hubungan proses lateritisasi terhadap distribusi dan
kadar nikel (Ni) pada endapan nikel laterit di Daerah Paka Indah, Kabupaten
Konawe Utara. Metode penelitian meliputi pemetaan geologi dan laterit, analisis
data pengeboran dan assay geokimia, serta integrasi data litologi dan geokimia
untuk mengidentifikasi karakteristik horizon laterit dan variasi kadar Ni. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa pengayaan Ni secara vertikal umumnya
berkembang pada saprolit bagian atas, sedangkan secara lateral kadar Ni yang
relatif lebih baik cenderung berkembang pada zona bertopografi landai, namun
distribusinya bersifat tidak kontinu dan terlokalisasi (spotting). Analisis geokimia
menunjukkan fluktuasi MgO dan SiO₂ yang mengindikasikan intensitas pelindian
kimia yang tidak seragam, sejalan dengan pengaruh drainase lateral dan variasi
topografi terhadap efektivitas proses lateritisasi. Berdasarkan hasil tersebut dapat
disimpulkan bahwa distribusi dan konsentrasi kadar nikel di daerah penelitian tidak
hanya dikontrol oleh ketebalan horizon laterit, tetapi terutama oleh intensitas proses
lateritisasi dalam mengintegrasikan pelapukan fisika, pelapukan kimia, topografi
dan kondisi drainase lateral.
Kata kunci: drainase lateral, lateritisasi, nikel laterit, saprolit, ultramafik

Item Type: Tugas Akhir (Tugas Akhir)
Additional Information: RAKHA BISMA JANITRA (Penulis - 111220151) ; Septyo Uji Pratomo (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: drainase lateral, lateritisasi, nikel laterit, saprolit, ultramafik
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 23 Apr 2026 04:08
Last Modified: 23 Apr 2026 04:08
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47914

Actions (login required)

View Item View Item