BRYAN TEGAR MAHARDIKA, 1 (2025) PERBANDINGAN MODEL ARIMA, SARIMA, DAN PROPHET UNTUK PERAMALAN KONSENTRASI PARTICULATE MATTER 2.5 DI YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakrata.
|
Text
1_Cover_123210170_Bryan Tegar Mahardika.pdf Download (207kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_123210170_Bryan Tegar Mahardika.pdf Download (306kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_123210170_Bryan Tegar Mahardika.pdf Download (108kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_123210170_Bryan Tegar Mahardika.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_123210170_Bryan Tegar Mahardika.pdf Download (196kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_123210170_Bryan Tegar Mahardika.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Polusi udara merupakan masalah lingkungan global yang berdampak signifikan
terhadap kesehatan manusia dan kualitas hidup. Komponen polusi yang berbahaya, partikel
halus PM2.5, berpotensi mengancam sistem pernapasan dan kardiovaskular. Dengan
konsentrasi PM2.5 di Kota Yogyakarta yang sering melebihi batas aman WHO, penelitian
ini bertujuan membandingkan efektivitas tiga model time series—ARIMA, SARIMA, dan
Prophet—dalam memprediksi konsentrasi PM2.5 harian pada tahun 2025. Penelitian ini
berfokus memberikan solusi perkiraan kualitas udara yang akurat sebagai dasar kebijakan
pengendalian polusi di Yogyakarta.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deret waktu. Data
yang digunakan berupa konsentrasi PM2.5 harian di Yogyakarta dari tahun 2023 hingga
2024. Proses penelitian meliputi pengumpulan data, pra-pemrosesan data (Imputasi KNN
dan penanganan outlier IQR), analisis pola, dan pemodelan komparatif. Evaluasi kinerja
model dilakukan menggunakan metrik MAE, RMSE, dan MAPE.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model SARIMA memberikan hasil prediksi
yang paling akurat dari semua model yang diuji. Model SARIMA terbaik, dengan
konfigurasi SARIMA(1, 0, 0)(1, 0, 1, 7), berhasil mencatatkan evaluasi model terunggul
dengan nilai MAE 4.21 mg/m3
, RMSE 5.48 21 mg/m3
, dan MAPE 23.52%. Kinerja superior
ini mengindikasikan bahwa musiman 7 hari (weekly seasonality) adalah komponen pola
yang paling dominan dan berhasil ditangkap secara efektif oleh SARIMA. Temuan ini
diperkuat oleh Model Prophet, di mana konfigurasi dengan musiman 7 hari juga
menunjukkan hasil terbaik dibandingkan konfigurasi musiman Prophet lainnya, memperkuat
kesimpulan mengenai pentingnya musiman mingguan dalam peramalan PM2.5.
Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memberikan pemahaman kuantitatif
mengenai efektivitas model time series dalam peramalan kualitas udara yang sangat
musiman. Rekomendasi yang dihasilkan dapat menjadi dasar kuat bagi pemerintah dan
masyarakat Yogyakarta dalam upaya pencegahan dan pengendalian polusi udara, terutama
terkait dengan partikel PM2.5 yang berbahaya bagi kesehatan.
Kata Kunci: Polusi Udara, PM2.5, Peramalan, ARIMA, SARIMA, Prophet, Yogyakarta,
Kualitas Udara.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Subjek: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QA Mathematics > QA76 Computer software T Technology > T Technology (General) T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Informatika |
| Depositing User: | A.Md Sepfriend Ayu Kelana Giri |
| Date Deposited: | 07 Apr 2026 01:13 |
| Last Modified: | 07 Apr 2026 01:13 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47643 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
