AMELIA SYIFA DHAMASETIANTO, . (2026) ANALISIS DAN RENCANA PENGELOLAAN KESTABILAN LERENG DI DUSUN MOJO LEGI, KALURAHAN KARANGTENGAH, KAPANEWON IMOGIRI, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL VETERAN YOGYAKARTA.
|
Text
1_Cover_114200110_Amelia Syifa.pdf Download (154kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_114200110_Amelia Syifa.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_114200110_Amelia Syifa.pdf Download (218kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_114200110_Amelia Syifa.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_114200110_Amelia Syifa.pdf Download (72kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_114200110_Amelia Syifa.pdf Restricted to Repository staff only Download (16MB) |
Abstract
Kejadian tanah longsor di Indonesia cukup tinggi, terutama pada musim hujan dengan intensitas curah hujan yang besar. Penyebab longsor umumnya dipengaruhi oleh faktor pengontrol seperti kondisi morfologi, jenis batuan, struktur geologi, dan penggunaan lahan, serta faktor pemicu seperti curah hujan yang tinggi (Yassar, 2020). Salah satu kejadian tanah longsor terjadi di Dusun Mojo Legi, Kalurahan Karangtengah, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menyebabkan beberapa rumah warga terdampak. Kondisi wilayah yang memiliki topografi beragam serta dipengaruhi struktur geologi dan curah hujan tinggi menunjukkan pentingnya kajian mengenai faktor penyebab serta tingkat kestabilan lereng untuk menentukan upaya pengelolaan dan mitigasi bencana yang tepat.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif. Metode kuantitatif digunakan untuk memperoleh data dari hasil pengukuran dan pengujian di lapangan maupun di laboratorium, sedangkan metode kualitatif dilakukan melalui survei, pengukuran lapangan, dan pemetaan yang kemudian dianalisis secara deskriptif sesuai kondisi lapangan. Data yang digunakan terdiri dari data primer yang diperoleh dari pengamatan langsung serta analisis laboratorium, dan data sekunder yang diperoleh dari instansi terkait.
Kondisi lereng di lokasi penelitian memiliki kemiringan 84° dan 85° dengan ketinggian 9,479 m dan 10,521 m serta karakteristik tanah dengan berat isi 13,55–13,77 kN/m³, kadar air sekitar 34%, dan kohesi 27,66 kN/m² serta 12,78 kN/m². Perhitungan faktor keamanan menggunakan metode Janbu Simplified Method menunjukkan lereng selatan stabil dengan FK 1,715, sedangkan lereng utara tidak stabil dengan FK 0,957 dan 0,958 menurut klasifikasi Joseph E. Bowles (1989). Upaya pengelolaan yang direkomendasikan berupa perubahan geometri lereng sehingga FK meningkat menjadi 2,372 dan 1,541 serta penanaman Vetiver grass untuk membantu meningkatkan kestabilan lereng.
Kata kunci: Faktor keamanan (FK), Karakteristik tanah, Kestabilan lereng, Metode Janbu, Tanah longsor
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | AMELIA SYIFA DHAMASETIANTO (Penulis - 114200110) ; NANDRA EKO NUGROHO (Pembimbing 1) ; MUAMMAR GOMAREUZZAMAN (Pembimbing 2) ; SUHARWANTO (Pembimbing 3) ; WISNU AJI DWI KRISTANTO (Pembimbing 4) |
| Uncontrolled Keywords: | Faktor keamanan (FK), Karakteristik tanah, Kestabilan lereng, Metode Janbu, Tanah longsor |
| Subjek: | G Geography. Anthropology. Recreation > GE Environmental Sciences Q Science > QE Geology T Technology > T Technology (General) T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Lingkungan |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 27 Mar 2026 12:54 |
| Last Modified: | 27 Mar 2026 12:54 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47468 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
