Fathin Ignacia Wirastama, . (2026) SINTESIS HIJAU PREKURSOR SERBUK KALSIUM BORAT DAN KARAKTERISASINYA: Analisis Struktur, Morfologi, Komposisi Permukaan, Serta Implikasi Metalurgi Material. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_116210064_Fathin Ignacia Wirastama.pdf Download (243kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_116210064_Fathin Ignacia Wirastama.pdf Download (272kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_116210064_Fathin Ignacia Wirastama.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_116210064_Fathin Ignacia Wirastama.pdf Download (457kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_116210064_Fathin Ignacia Wirastama.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_116211064_Fathin Ignacia Wirastama.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Cangkang telur yang kaya kalsium karbonat berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber Ca²⁺ dalam sintesis material berbasis kalsium–borat. Penelitian ini mengevaluasi pemanfaatan cangkang telur sebagai prekursor kalsium dan selulosa dari eceng gondok sebagai capping agent biodegradabel melalui metode presipitasi. Pendekatan ini menekankan pada peningkatan nilai limbah sebagai bahan baku serta penggunaan biomassa alami sebagai agen penstabil. Pada umumnya pembuatan nanopartikel kalsium borat memanfaatkan bahan Polyvinylpyrrolidone atau PVP yang non-biodegradable sebagai capping agent, namun dalam penelitian ini digantikan oleh selulosa alami. Reaksi dilakukan dengan penambahan Na2B4O7 Anhidrat untuk menghasilkan CaB-nano. Kemudian dilanjutkan dengan karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscope (SEM) dan Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) guna mengetahui struktur kristal, morfologi material, hingga mengidentifikasi pita serapannya. Hasil SEM menunjukkan morfologi partikel yang cenderung teraglomerasi, hal ini umum terjadi pada material berukuran halus akibat energi permukaan yang tinggi. Analisis EDS mengindikasikan unsur kalsium dan oksigen yang dominan pada permukaan sampel. Sedangkan unsur boron tidak terdeteksi secara signifikan dan diduga terjadi karena keterbatasan sensitivitas EDS terhadap unsur ringan. Spektrum FTIR menampilkan pita serapan pada 1341 cm-1 dan 941 cm-1 yang muncul dengan vibrasi gugus borat (B-O dan B-O-B). Selain itu terlihat juga pita hidroksil khas ikatan selulosa dan kemungkinan interaksi dengan ikatan hidrogen. Penelitian ini melakukan karakterisasi SEM-EDS dan FTIR, sehingga diperoleh indikasi sistem berbasis kalsium-borat.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Fathin Ignacia Wirastama (Penulis - 1) ; Heri Septya Kusuma (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | CaCl2, nanopartikel, selulosa, sintesis hijau |
| Subjek: | Q Science > QD Chemistry T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Metalurgi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 08:05 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 08:05 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47446 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
