Rizki Ardiansyah, . (2026) ANALISIS KOMPARATIF PENGGUNAAN SIANIDA DAN SIANIDA POLIMER TERHADAP PERSEN EKSTRAKSI PADA BIJIH EMAS DENGAN VARIASI KADAR (LOW, MEDIUM, DAN HIGH GRADE) MENGGUNAKAN METODE AGITATION LEACHING. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_116210053.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_116210053.pdf Download (217kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_116210053.pdf Download (230kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_116210053.pdf Download (186kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_116210053.pdf Download (320kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_116210053.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Proses ekstraksi emas umumnya dilakukan menggunakan metode sianidasi dengan natrium sianida (NaCN), namun penggunaannya memiliki potensi dampak lingkungan sehingga mendorong pengembangan reagen alternatif yang lebih ramah lingkungan seperti sianida polimer Goldix. Penelitian dilakukan menggunakan metode agitation leaching yang membandingkan penggunaan reagen dan sianida polimer pada bijih dengan head grade berbeda. Reagen yang digunakan yaitu sianida (NaCN) dan sianida polimer Goldix dengan 3 tipe yaitu: Goldix 570, Goldix 571, serta Goldix 575. Sampel bijih terdiri dari tiga tipe dengan kadar awal berbeda, yaitu sampel A (low grade) dengan kadar Au 0,42 ppm, sampel B (high grade) dengan kadar Au 4,34 ppm, dan sampel C (medium grade) dengan kadar Au 2,43 ppm. Proses leaching dilakukan pada kondisi operasi yang dikontrol dengan ukuran partikel 75 µm, pH 10,2–10,5, DO 20 mg/L, persen solid 40%, dan waktu leaching 48 jam. Hasil penelitian menunjukkan pada sampel A %ekstraksi tertinggi didapatkan pada reagen Goldix 575 sebesar 97,06% dengan ekstraksi perak sebesar 37,50% dan tembaga sebesar 19,60%. Pada sampel B ekstraksi emas tertinggi diperoleh pada reagen Goldix 571 sebesar 98,24%, dengan ekstraksi perak tertinggi sebesar 73,90% pada Goldix 575 dan ekstraksi tembaga berkisar antara 5,08–13,67%. Pada sampel C ekstraksi emas tertinggi diperoleh pada reagen NaCN sebesar 93,49%, dengan ekstraksi perak sebesar 20,55% dan ekstraksi tembaga tertinggi sebesar 70,59%. Analisis statistik menggunakan ANOVA menunjukkan bahwa jenis reagen dan head grade tidak berpengaruh signifikan terhadap ekstraksi emas, namun head grade berpengaruh signifikan terhadap ekstraksi perak dan tembaga. Secara keseluruhan, sianida polimer Goldix menunjukkan performa pelindian yang sebanding bahkan lebih tinggi dibandingkan NaCN serta memiliki kecenderungan selektivitas yang lebih baik terhadap emas.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Rizki Ardiansyah (Penulis - 116210053) Frideni Yushandiana Putri G.F. (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Goldix, Head Grade, Sianida, Sianida Polimer |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Metalurgi |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 26 Mar 2026 05:31 |
| Last Modified: | 26 Mar 2026 05:31 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47440 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
