Katrin Onere Br Sitanggang, . (2026) KEBIJAKAN PRANCIS MENGHENTIKAN OPERASI BARKHANE DI MALI TAHUN 2022. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_151220020.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
Abstrak_151220020.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_15122020.pdf Download (48kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_151220020.pdf Download (110kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_151220020.pdf Download (250kB) |
|
|
Text
Fulltext_151220020.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Prancis memandang Mali dan kawasan Sahel sebagai bagian strategis dalam kebijakan luar negerinya, khususnya pada konteks keamanan dan kontra-terorisme. Tingkat instabilitas Mali yang tinggi serta rentan terhadap kelompok teroris, menjadi dasar Prancis untuk melakukan intervensi militer melalui Operasi Serval (2013) dan Operasi Barkhane (2014). Operasi Barkhane merupakan upaya regional untuk menekan ancaman kelompok terorisme namun Mali masih menjadi salah satu fokus utama. Akan tetapi, pada tahun 2022, Prancis secara resmi menghentikan Operasi Barkhane di Mali, meski kondisi keamanan dan stabilitas negara tersebut masih jauh dari kata aman. Keputusan ini menjadi titik balik dalam kebijakan luar negeri Prancis di kawasan Sahel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan Prancis menghentikan Operasi Barkhane di Mali tahun 2022. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder studi kepustakaan (library research). Teori Pengambilan Keputusan oleh Richard Snyder digunakan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang menjadi alasan Prancis menghentikan Operasi Barkhane di Mali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan yang diambil Macron adalah hasil interaksi faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi dinamika politik domestik Prancis, opini publik Prancis serta pertimbangan ekonomi terkait beban operasional. Sementara itu, faktor eksternal meliputi hubungan diplomatik yang memburuk antara Prancis dan Mali, demonstrasi anti-Prancis yang meluas dan kehadiran aktor eksternal, Wagner Group. Interaksi kedua faktor ini mendorong Macron untuk mengambil keputusan rasional, yakni menghentikan Operasi Barkhane di Mali.
Kata kunci: Kebijakan luar negeri, Prancis, Operasi Barkhane, Teori Pengambilan Keputusan, Faktor internal dan eksternal.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | KATRIN ONERE BR SITANGGANG (Penulis - 151220020); Aryanta Nugraha (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Kebijakan luar negeri, Prancis, Operasi Barkhane, Teori Pengambilan Keputusan, Faktor internal dan eksternal. |
| Subjek: | J Political Science > JX International law J Political Science > JZ International relations |
| Divisions: | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 13 Mar 2026 06:37 |
| Last Modified: | 13 Mar 2026 06:37 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47376 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
