RIZMA DYAH PRATIWI (2026) THE EFFECT OF VARIOUS ARTIFICIAL DIET FORMULATIONS ON THE BIOLOGY OF THE OIL PALM POLLINATING INSECT Elaeidobius kamerumicus. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
1_Cover_134220098_Rizma Dyah Pratiwi.pdf Download (158kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_134220098_Rizma Dyah Pratiwi.pdf Download (115kB) |
|
|
Text
3_Lembar Pengesahan_134220098_ Rizma Dyah Pratiwi.pdf Download (496kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_134220098_Rizma Dyah Pratiwi.pdf Download (146kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_134220098_Rizma Dyah Pratiwi.pdf Download (176kB) |
|
|
Text
6_Skripsi_134220098_ Rizma Dyah Pratiwi.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
Abstract
Elaeidobius kamerunicus Faust (Coleoptera: Curculionidae) merupakan serangga penyerbuk utama kelapa sawit yang keberadannya sangat bergantung pada bunga jantan (spikelet) sebagai sumber pakan dan tempat berkembang biak. Keterbatasan spikelet mendorong perlunya pengembangan pakan buatan sebagai alternatif pemeliharaan di laboratorium. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh berbagai formulasi pakan buatan terhadap biologi E. kamerunicus, meliputi kelangsungan hidup, ukuran imago dan rostrum, serta daya tarik pakan. Analisis data dilakukan menggunakan Kaplan-Meier dan Anova One Way dilanjutkan uji Tukey HSD. Hasil menunjukkan perlakuan bahan dasar + kairomix menghasilkan mean survive time tertinggi sebesar 7.3±2.88 hari dan median 5.0±0.25 hari. Analisis Kaplan–Meier menunjukkan perbedaan nyata antar perlakuan (Chi-square = 32.505; df = 6; P < 0,01) dengan kurva ketahanan hidup terpanjang mencapai 33 hari. Ukuran E. kamerunicus betina terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan, pada perlakuan bahan dasar + kairomix memiliki ukuran yang panjang yaitu 3.07±0.02 mm, sedangkan jantan tidak terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan. Ukuran rostrum E. kamerunicus jantan terdapat perbedaan yang nyata antar perlakuan, E. kamerunicus yang diberi perlakuan kontrol memperoleh ukuran yang paling panjang yaitu 0.59±0.00 mm, sedangkan E. kamerunicus betina tidak terdapat perbedaan yang nyata. Perlakuan bahan dasar + kairomix juga menunjukkan daya tarik tertinggi, khususnya pada individu jantan sebesar 14.50±3.88 dengan persentase ketertarikan jantan 52% dan betina 48%. Disimpulkan bahwa formulasi pakan bahan dasar + kairomix merupakan perlakuan paling optimal dalam meningkatkan kelangsungan hidup dan daya tarik E. kamerunicus, sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti spikelet sawit.
Kata Kunci: Bacillus cereus; Bacillus subtilis; Elaeidobius kamerunicus; Pakan Buatan
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | RIZMA DYAH PRATIWI (Penulis-134220098) R.R Rukmowati Brotodjodjo (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Bacillus cereus; Bacillus subtilis; Elaeidobius kamerunicus; Pakan Buatan |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 04 Mar 2026 01:36 |
| Last Modified: | 04 Mar 2026 01:36 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47227 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
