Sir Sabrina Khairunnisa, . (2025) THE DIVERSITY OF NEMATODES IN INTENSIVE AND NON-INTENSIVE CACAO PLANTING SYSTEM (Theobroma Cacao L.) IN GUNUNG KIDUL REGENCY, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_134220041.pdf Download (130kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_134220041.pdf Download (136kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_134220041.pdf Download (584kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_134220041.pdf Download (234kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_134220041.pdf Download (314kB) |
|
|
Text
6_Full Skripsi_134220041.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
Abstract
Kakao (Theobroma cacao L.) merupakan tanaman perkebunan penting yang banyak ditanam di daerah tropis, termasuk Indonesia. Perbedaan praktik pengelolaan antara sistem pertanian kakao intensif dan non-intensif dapat mempengaruhi kondisi ekologi tanah, khususnya struktur komunitas nematoda. Nematoda memiliki peran ganda sebagai organisme parasit tumbuhan yang dapat mengurangi produktivitas tanaman dan sebagai organisme bermanfaat yang berfungsi sebagai indikator kesehatan tanah. Studi ini bertujuan untuk mendata dan mengkarakterisasi nematoda serta menganalisis perbedaan densitas populasi, keragaman, dan dominasi antara sistem pertanian kakao intensif dan non-intensif di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Studi ini dilakukan dengan metode survei menggunakan pengambilan sampel tanah secara acak dari kebun kakao intensif dan non-intensif. Sampel tanah dikumpulkan dari 9 pohon kakao di setiap sistem, dihomogenisasi, dan disusun menjadi 3 replikasi. Nematoda diekstraksi menggunakan metode Whitehead Tray dan diidentifikasi berdasarkan karakteristik morfologis dan morfometrik. Kepadatan populasi, indeks keragaman, frekuensi, dan dominansi dihitung, dan perbedaan antara sistem dianalisis menggunakan uji t dua sampel. Hasil menunjukkan bahwa 3 genus nematoda teridentifikasi, yaitu Rhabditis sp., Pratylenchus sp., dan Plectus sp. Kepadatan populasi nematoda secara signifikan lebih tinggi pada sistem pertanian kakao non-intensif dibandingkan dengan sistem intensif. Rhabditis sp. mendominasi kedua sistem, sementara Pratylenchus sp. dan Plectus sp. terdapat dalam kepadatan rendah dan tidak menunjukkan perbedaan signifikan antara sistem. Indeks keragaman di kedua sistem pertanian rendah, menunjukkan dominasi oleh sejumlah genus yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pengelolaan sistem pertanian kakao mempengaruhi struktur komunitas nematoda, terutama kepadatan populasi dan pola dominasi, dengan sistem non-intensif mendukung kepadatan nematoda yang lebih tinggi.
Kata kunci: Eksplorasi, Nematoda parasit tumbuhan, Pertanian berkelanjutan, Bioindikator, Agroekosistem.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Sir Sabrina Khairunnisa (Penulis - 134220041) Mofit Eko Poerwanto (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Eksplorasi, Nematoda parasit tumbuhan, Pertanian berkelanjutan, Bioindikator, Agroekosistem. |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) S Agriculture > SB Plant culture S Agriculture > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 06:15 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 06:15 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47189 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
