PROFILING FUNGI ASSOCIATED WITH DISEASED COCOA PLANTS (Theobroma cacao L.) WITH DIFFERENT CULTIVATION METHODS IN KULON PROGO REGENCY, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA

Aurelia Danadyaksa, . (2026) PROFILING FUNGI ASSOCIATED WITH DISEASED COCOA PLANTS (Theobroma cacao L.) WITH DIFFERENT CULTIVATION METHODS IN KULON PROGO REGENCY, SPECIAL REGION OF YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Cover_134220048.pdf] Text
1_Cover_134220048.pdf

Download (131kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_134220048.pdf] Text
2_Abstrak_134220048.pdf

Download (166kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_134220048.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_134220048.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_134220048.pdf] Text
4_Daftar Isi_134220048.pdf

Download (225kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_134220048.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_134220048.pdf

Download (204kB)
[thumbnail of 6_Skripsi Full_134220048.pdf] Text
6_Skripsi Full_134220048.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)
Official URL: https://upnvyk.ac.id

Abstract

Tanaman kakao (Theobroma cacao L.) merupakan komoditas perkebunan yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional Indonesia. Akan tetapi, produktivitas kakao nasional telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, terutama disebabkan oleh pengelolaan penyakit tanaman yang tidak memadai. Penelitian ini bertujuan untuk pembuatan profil dan mengkarakterisasi mikroorganisme patogen yang terkait dengan gejala penyakit, dan mengetahui pengaruh cara budidaya terhadap insidensi penyakit pada tanaman kakao di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode survei lapangan dengan sampling purposif dan pola diagonal untuk mengumpulkan sampel tanaman yang menunjukkan gejala penyakit. Isolasi patogen dilakukan secara in vitro menggunakan medium Potato Dextrose Agar (PDA), diikuti dengan karakterisasi morfologis. Insiden penyakit tinggi di kedua lahan intensif dan non-intensif pada bulan Juni dan Agustus (nekrosis 100%, bercak daun 90 & 100%, klorosis 50 & 70%, busuk kering 0 & 10%). Derajat keparahan penyakit lebih tinggi di lahan non-intensif, mencapai hingga nekrosis 50%, bercak daun 52,5%, dan klorosis 27,5%. Jamur yang terkait dengan gejala pada tanaman kakao meliputi daun nekrosis (Fusarium, Pestalotiopsis, Phoma, Phytophtora, dan Aspergillus), daun nekrosis dengan kerusakan cabang (Fusarium), bercak daun (Colletotrichum), klorosis daun akibat hipoplasia (Aspergillus), dan busuk kering pada buah (Mucor).

Kata Kunci: Colletotrichum, Fusarium, Kakao, Pestalotiopsis, Phytophtora.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: AURELIA DANADYAKSA (Penulis - 134220048); RR. Rukmowati Brotodjojo (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Colletotrichum, Fusarium, Kakao, Pestalotiopsis, Phytophtora.
Subjek: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Fakultas Pertanian > (S1) Agroteknologi
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 24 Feb 2026 00:56
Last Modified: 24 Feb 2026 00:56
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47145

Actions (login required)

View Item View Item