Witarum Hersa Pratama Putri, . (2026) MITIGASI RISIKO KETERLAMBATAN PENGADAAN BAHAN BAKU DAN KEMASAN DALAM UPAYA OPTIMALISASI KINERJA RANTAI PASOK DENGAN PENDEKATAN HOUSE OF RISK DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (Studi Kasus: UMKM Koekoesan Bolu Tiwul, Sleman). Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_122200040.pdf Download (112kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_122200040.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_122200040.pdf Download (469kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_122200040.pdf Download (206kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_122200040.pdf Download (249kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Fulltext_122200040.pdf Restricted to Repository staff only Download (12MB) |
Abstract
UMKM Koekoesan Bolu Tiwul merupakan usaha mikro, kecil, dan menengah yang bergerak di bidang produksi makanan olahan berbasis singkong. Dalam menjalankan proses produksinya, perusahaan menghadapi permasalahan berupa keterlambatan pengadaan bahan baku dan kemasan yang berdampak pada terhambatnya proses produksi. Berdasarkan data internal selama satu tahun, pengadaan bahan baku mengalami keterlambatan sebesar 57,69% dari total 52 kali pengadaan, sedangkan pengadaan kemasan mengalami keterlambatan sebesar 53,85% dari total 52 kali pengadaan. Tingginya frekuensi keterlambatan tersebut berdampak langsung terhadap pencapaian produksi, di mana realisasi produksi hanya mencapai 87,67% dari target 28.800 kotak yang seharusnya diproduksi dalam periode satu tahun.
Penelitian ini menggunakan pendekatan House of Risk (HOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengidentifikasi sumber risiko keterlambatan pengadaan serta menentukan prioritas tindakan mitigasi risiko yang paling efektif. HOR Fase 1 digunakan untuk mengidentifikasi kejadian risiko (risk event) dan sumber risiko (risk agent), serta menentukan prioritas sumber risiko berdasarkan nilai Aggregate Risk Potential (ARP). Selanjutnya, HOR Fase 2 digunakan untuk merancang dan memprioritaskan tindakan mitigasi risiko (preventive action) berdasarkan nilai efektivitas tindakan. Metode AHP digunakan untuk menentukan supplier alternatif yang sesuai berdasarkan pembobotan dengan nilai Alternative Weight Evaluation (AWE).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa sumber risiko dominan yang berkontribusi signifikan terhadap keterlambatan pengadaan bahan baku dan kemasan. Berdasarkan hasil HOR Fase 1, diperoleh lima risk agent prioritas dengan nilai ARP tertinggi, di mana ketergantungan pada satu supplier menempati peringkat pertama dengan nilai ARP sebesar 2.088. Selanjutnya, hasil HOR Fase 2 didapatkan tindakan mitigasi risiko prioritas yaitu menambah alternatif supplier (multi sourcing). Pembobotan menggunakan AHP menunjukkan bahwa pada pemilihan supplier bahan baku, alternatif yang direkomendasikan adalah Gudang Tepung Indonesia X Bintang Baru Indonesia, dengan nilai AWE sebesar 0,543. Sementara itu, pada pemilihan supplier kemasan, alternatif yang terpilih adalah PT Yogyakartas Grafika, dengan nilai AWE sebesar 0,428. Implementasi tindakan mitigasi tersebut diharapkan mampu mengurangi potensi keterlambatan pengadaan, meningkatkan kelancaran proses produksi, serta mengoptimalkan kinerja rantai pasok UMKM Koekoesan Bolu Tiwul secara berkelanjutan.
Kata kunci: Mitigasi risiko, Rantai pasok, House of Risk (HOR), Analytical Hierarchy Process (AHP)
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Witarum Hersa Pratama Putri (Penulis - 122200040) Eko Nursubiyantoro (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Mitigasi risiko, Rantai pasok, House of Risk (HOR), Analytical Hierarchy Process (AHP) |
| Subjek: | T Technology > TS Manufactures |
| Divisions: | Fakultas Teknik Industri > (S1) Teknik Industri |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 18 Feb 2026 06:39 |
| Last Modified: | 18 Feb 2026 06:39 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/47072 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
