Dirgantara, Refid Anggarsyah Trigian (2025) TEKNIK KONSERVASI MATA AIR UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DI PADUKUHAN KAJOR WETAN, KALURAHAN SELOPAMIORO, KAPANEWON IMOGIRI, KABUPATEN BANTUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasinal Veteran Yogyakarta.
|
Text
2_Cover_114190106_Refid Anggarsyah.pdf Download (323kB) |
|
|
Text
1_Skripsi full_114190106_Refid Anggarsyah Trigian D..pdf Restricted to Repository staff only Download (10MB) |
|
|
Text
3_Abstrak_114190106_Refid Anggarsyah.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_114190106_Refid Anggarsyah.pdf Download (376kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_114190106_Refid Anggarsyah.pdf Download (410kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_114190106_Refid Anggarsyah.pdf Download (144kB) |
Abstract
Padukuhan Kajor Wetan memiliki mata air bernama Sendang Ayu yang
terletak di ujung padukuhan dan masyarakat menggunakannya sebagai kebutuhan air
bersih. Permasalahan mata air yakni debit berkurang saat musim kemarau. Selain itu,
air tersebut keruh ketika sehabis hujan dan terdapat endapan pada penampungan.
Belum adanya pengelolaan berpengaruh terhadap potensi mata air. Tujuan penelitian
yaitu menganalisis karakteristik mata air dan daerah imbuhan, menganalisis potensi
mata air (kualitas dan kuantitas) untuk kebutuhan air bersih, dan merancang arahan
pengelolaan mata air berdasarkan karakteristik daerah imbuhan serta potensi mata air.
Metode penelitian menggunakan metode survei dan pemetaan, volumetrik, uji
laboratorium, matematis, dan analisis deskriptif. Karakteristik mata air dikaji
berdasarkan tipe mata air. Daerah imbuhan dikaji berdasarkan Permen PU No.2 Tahun
2013. Pengujian kualitas air berupa parameter bau, rasa, TDS, kekeruhan, pH, dan
DHL. Kuantitas mata air dikaji berupa debit mata air.
Hasil dari penelitian diketahui bahwa mata air Sendang Ayu berdasarkan tipe
mata air berdasarkan kontinuitas berupa mata air parenial, secara debit mata air berada
pada kelas IV, tipe mata air berdasarkan tenaga gravitasi berupa mata air depresi.
Daerah imbuhan memiliki klasifikasi kurang sesuai. Kualitas mata air terdapat
beberapa parameter yang yang tidak sesuai. Seperti parameter TDS dengan nilai 333
mg/L, 314 mg/L, 316 mg/L, 338 mg/L, 340 mg/L, 346 mg/L dan kekeruhan dengan
nilai 9,15 NTU dan 22,22 NTU yang menyebabkan kualitas mata air menurun karena
air mengandung zat terlarut dan partikel tersuspensi yang berlebihan, yang dapat
membahayakan kesehatan manusia jika dikonsumsi. Arahan pengelolaan yang
dilakukan pada daerah imbuhan adalah dengan membuat guludan dan tutupan mulsa
organik, pembuatan bangunan penampung mata air dan filtrasi, pendekatan sosial dan
pendekatan instansi.
Kata Kunci: Mata air, Karakteristik mata air, Daerah Imbuhan, Kebutuhan
air, Konservasi mata air.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mata air, Karakteristik mata air, Daerah Imbuhan, Kebutuhan air, Konservasi mata air. |
| Subjek: | T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering |
| Depositing User: | Eny Suparny |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 04:56 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 04:56 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46899 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
