RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR, . (2026) KARAKTERISASI KEMBANG DAN KERUT TANAH AQUERTS DAN USTERTS DI KAPANEWON PALIYAN, KABUPATEN GUNUNGKIDUL, DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. Skripsi thesis, UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "VETERAN" YOGYAKARTA.
|
Text
1_COVER SKRIPSI_133220092_RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR.pdf Download (126kB) |
|
|
Text
2_ABSTRAK SKRIPSI_133220092_RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
3_HAL PENGESAHAN SKRIPSI_133220092_RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR (1).pdf Download (801kB) |
|
|
Text
4_DAFTAR ISI SKRIPSI_133220092_RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR.pdf Download (363kB) |
|
|
Text
5_DAFTAR PUSTAKA SKRIPSI_133220092_RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR.pdf Download (684kB) |
|
|
Text
6_SKRIPSI_133220092_RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Tanah Aquerts dan Usterts merupakan subordo Vertisol yang dicirikan oleh sifat kembang–kerut, yang berpengaruh terhadap stabilitas lahan serta kemampuan akar dalam menyerap air dan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi perilaku kembang dan kerut tanah Aquerts dan Usterts di Kapanewon Paliyan, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Analisis dilakukan terhadap sifat fisik dan kimia tanah, meliputi tekstur, kadar lengas tanah kering angin, kadar lengas maksimum, pH, bahan organik tanah (BOT), kapasitas penukar kation (KPK), serta kation basa terekstrak DTPA (Ca²⁺, Mg²⁺, K⁺, dan Na⁺). Kembang tanah dianalisis menggunakan Free Swell Index (FSI), sedangkan kerut tanah menggunakan Coefficient of Linear Extensibility (COLE). Hubungan antara sifat tanah dengan kembang–kerut dianalisis secara deskriptif berdasarkan garis tren linier. Hasil menunjukkan bahwa Aquerts memiliki nilai FSI sebesar 48,79 yang tergolong dalam kelas kembang tanah tinggi, sedangkan Usterts memiliki FSI sebesar 67,48 dengan kelas kembang sangat tinggi. Tingginya kembang kedua tanah terutama dipengaruhi oleh tingginya kadar lempung akibat luas permukaan spesifik yang besar dalam mengadsorpsi air. Pada Aquerts, kembang tanah menurun seiring meningkatnya kadar lengas tanah kering angin dan BOT, sedangkan pada Usterts kembang tanah berbanding terbalik dengan pH. Nilai COLE pada Aquerts sebesar 0,18 dan pada Usterts sebesar 0,22, yang keduanya tergolong dalam kelas kerut sangat tinggi. Pada Aquerts, kadar lempung berhubungan berbanding lurus dengan COLE dan BOT menekan tingkat pengerutan, sedangkan pada Usterts, kadar lengas maksimum meningkatkan kerut tanah.
Kata kunci: Free Swelling Test, COLE, Lempung Montmorilonit, Vertisol
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | RIZKIA ANNISA PUTRI AZMAR (Penulis - 133220092) ; MOHAMMAD NURCHOLIS (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Free Swelling Test, COLE, Lempung Montmorilonit, Vertisol |
| Subjek: | Q Science > Q Science (General) S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Indah Lestari |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 03:52 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 03:52 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46874 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
