PENENTUAN PARAMETER AKUISISI DAN RELOKASI SHOT POINT BERDASARKAN PENGARUH OBSTACLE SERTA HASIL FOLD CALCULATION PADA LAPANGAN “LUCKY”

FALAHI, AKMAL NAZLA (2025) PENENTUAN PARAMETER AKUISISI DAN RELOKASI SHOT POINT BERDASARKAN PENGARUH OBSTACLE SERTA HASIL FOLD CALCULATION PADA LAPANGAN “LUCKY”. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Skripsi full_115210047_Akmal Nazla Falahi .pdf] Text
1_Skripsi full_115210047_Akmal Nazla Falahi .pdf
Restricted to Repository staff only

Download (8MB)
[thumbnail of 2_Cover_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf] Text
2_Cover_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf

Download (100kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf] Text
3_Abstrak_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf

Download (116kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf

Download (652kB)
[thumbnail of 5_Daftar isi_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf] Text
5_Daftar isi_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf

Download (43kB)
[thumbnail of 6_Daftar isi_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf] Text
6_Daftar isi_115210047_Akmal Nazla Falahi.pdf

Download (94kB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Lapangan “LUCKY” yang terletak di Sub-Cekungan
Jambi untuk merancang desain survei seismik 3D dengan menentukan parameter
akuisisi yang optimal. Penentuan parameter dilakukan dengan mempertimbangkan
target akuisisi dan keberadaan obstacle di area penelitian agar diperoleh data yang
mampu menggambarkan target dengan baik. Analisis dimulai dari perhitungan
parameter berdasarkan target survei, lalu dilanjutkan dengan analisis obstacle yang
berkembang di lapangan. Akibat adanya obstacle, dilakukan relokasi shot point
(titik penembakan) menggunakan metode offset, gridding, skids, dan spesial.
Selanjutnya, dibandingkan kualitas data dari dua desain survei: tanpa
mempertimbangkan obstacle dan dengan mempertimbangkan obstacle. Parameter
akuisisi yang diperoleh meliputi: Bin size 20x20 meter, jarak receiver dan source
40 meter, receiver dan source line interval 240 meter, patch 22 line x 144 channel,
offset minimum 56,6 meter, offset maksimum 3.848 meter, migration aperture
1.299 meter, dan fold taper 450 meter. Desain tanpa obstacle menghasilkan sebaran
lipatan penuh yang merata dengan nilai fold 132. Distribusi azimuth merata dengan
arah dominan utara-selatan pada offset sekitar 3.000 meter dan jumlah traces
211.351–286.772. Distribusi offset juga merata dengan nilai redundansi 3–6 kali.
Sementara itu, desain dengan obstacle menunjukkan sebaran full fold yang kurang
merata, namun nilai fold meningkat menjadi 148 karena relokasi shot point.
Distribusi azimuth tetap merata dengan arah dominan utara-selatan dan jumlah
traces 204.182–283.192, tetapi terjadi perluasan azimuth karena relokasi shot point.
Distribusi offset menjadi kurang merata dengan pola terdifraksi dan redundansi
meningkat menjadi 3–7 kali.
Kata kunci: akuisisi seismik, obstacle, relokasi shot point, fold coverge, desain
survei 3D

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Kata kunci: akuisisi seismik, obstacle, relokasi shot point, fold coverge, desain survei 3D
Subjek: Q Science > QC Physics
Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geofisika
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 28 Jan 2026 04:56
Last Modified: 28 Jan 2026 04:56
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46872

Actions (login required)

View Item View Item