RIZKIANA, DWI YULIANTO ILHAM (2025) GEOLOGI DAN STUDI PERBANDINGAN FAKTOR KEAMANAN BERDASARKAN HOEK AND BROWN DAN DATA PERGERAKAN SLOPE STABILITY RADAR DAERAH TANJUNG ENIM, KECAMATAN LAWANG KIDUL, KABUPATEN MUARA ENIM, PROVINSI SUMATRA SELATAN. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Skripsi full_111210154_Dwi Yulianto Ilham Rizkiana.pdf Restricted to Repository staff only Download (33MB) |
|
|
Text
2_Cover_111210154_Dwi Yulianto Ilham Rizkiana.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210154_Dwi Yulianto Ilham Rizkiana.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210154_Dwi Yulianto Ilham Rizkiana.pdf Download (425kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210154_Dwi Yulianto Ilham Rizkiana.pdf Download (298kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210154_Dwi Yulianto Ilham Rizkiana.pdf Download (239kB) |
Abstract
Lokasi penelitian terletak pada Zona 48S yang secara administratif berada
di Daerah Tanjung Enim, Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim,
Provinsi Sumatra Selatan. Analisis kestabilan lereng penting dalam tambang
terbuka untuk mencegah longsor yang berdampak pada keselamatan, produksi, dan
lingkungan. Kriteria Hoek and Brown serta Slope Stability Radar (SSR) merupakan
pendekatan yang umum digunakan, namun kesesuaian antara keduanya belum
dikaji secara komprehensif. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
memetakan, menganalisis, dan mengkaji kondisi geologi serta studi perbandingan
faktor keamanan berdasarkan Hoek and Brown dan data pergerakan slope stability
radar (SSR). Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pemetaan
geologi permukaan, pemetaan geologi teknik permukaan dan monitoring slope
stability radar. Daerah penelitian secara geomorfologi disusun oleh bentuklahan
asal antropogenik. Formasi Muara Enim dengan Satuan batulempung Muara Enim
dan Satuan batupasir Muara Enim berumur Miosen akhir-Pliosen terendapkan di
lingkungan pengendapan delta pada sublingkungan pengendapan transitional lower
delta plain. Struktur geologi yang ditemukan berupa kekar yang memiliki tegasan
utama berarah relatif timur laut-barat daya (NE-SW) dan utara-selatan (N-S). Hasil
perbandingan nilai faktor keamanan (FK) dari pendekatan Hoek and Brown yang
dikategorikan aman tidak selalu selaras dengan hasil pemantauan SSR. Nilai FK
berdasarkan Hoek and brown berkisar 1,301-1,382 termasuk kategori aman. Jenis
perilaku deformasi lereng terdapat 2 tahap yaitu linear dengan nilai maksimum
berkisar -3,82-0,54 termasuk kategori hijau dan progresif dengan nilai maksimum
berkisar 1,16-14,71 termasuk kategori hijau, kuning dan merah. Kesesuaian FK dan
SSR terjadi saat FK dalam kategori aman dan SSR menunjukkan pergerakan linear
dengan kategori waspada hijau. Ketidaksesuaian terjadi jika FK aman, akan tetapi
SSR menunjukkan pergerakan progresif dengan kategori waspada hijau, kuning,
atau merah, yang menunjukkan potensi ketidakstabilan di lapangan.
Kata Kunci: Geologi, Hoek and Brown, Slope Stability Radar, Faktor keamanan,
Muara Enim
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Geologi, Hoek and Brown, Slope Stability Radar, Faktor keamanan, Muara Enim |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Eny Suparny |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:40 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:40 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46856 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
