JORIS, KEZIA (2025) ANALISIS KERENTANAN AIRTANAH DENGAN METODE DRASTIC-LU DAN KARAKTERISTIK HIDROGEOKIMIA DI KECAMATAN MIRIT, KABUPATEN KEBUMEN, PROVINSI JAWA TENGAH. Tesis thesis, Universitas Pembangnan Nasional "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
Tesis Fulltext_211221003_Kezia Joris.pdf Restricted to Repository staff only Download (4MB) |
|
|
Text
Abstrak_211221003_Kezia Joris.pdf Download (12kB) |
|
|
Text
Cover_211221003_Kezia Joris.pdf Download (102kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_211221003_Kezia Joris.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_211221003_Kezia Joris.pdf Download (128kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_211221003_Kezia Joris.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_211221003_Kezia Joris.pdf Download (461kB) |
Abstract
Kecamatan Mirit terletak di bagian selatan Kabupaten Kebumen, Provinsi
Jawa Tengah yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia. Daerah yang
berada di pesisir pantai menjadikan daerah ini sangat rentan terhadap intrusi
airtanah dan hal ini dibuktikan dengan adanya sumur gali yang asin namun pola
penyebarannya tidak dipengaruhi jarak antara sumur dan garis pantai. Fenomena
inilah yang menjadi latar belakang untuk dilakukan penelitian terkait kerentanan
airtanah dan hidrogeokimia serta kualitas airtanah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan Metode
DRASTIC-LU yang merupakan metode penilaian kerentanan airtanah dengan
parameter yang digunakan meliputi kedalaman muka airtanah, kondisi akuifer,
jenis tanah, topografi, dampak zona tak jenuh, konduktivitas hidraulik, dan
penggunaan lahan. Penelitian ini juga menggunakan metode hidrogeokimia
berdasarkan parameter fisik dan kimia berupa pH, TDS, DHL, Ca, Mg, Na, cl,
SO4, HCO3, dan NO3 dengan Trilinier Piper dan perhitungan water quality index.
Fasies airtanah menunjukkan airtanah terbagi menjadi Fasies Mg-HCO3
yang menandakan airtanah tawar dan mengalami proses interaksi dengan batuan
dan NaCl yang menandakan airtanah telah mengalami pencampuran dengan air
laut. Kualitas airtanah berdasarkan Water Quality Index yaitu 23,26-324,93. Nilai
ini menunjukkan bahwa sampel airtanah daerah penelitian mempunyai kualitas
sangat baik namun terdapat 1 sampel yang tidak layak dikonsumsi. Sampel dengan
kualitas air tidak layak ini ialah airtanah dari sumur yang rasanya asin.
Berdasarkan hasil analisis kerentanan airtanah daerah penelitian mempunyai nilai
Index 133-164, dimana terbagi menjadi daerah dengan kerentanan sedang dan
kerentanan tinggi.
Airtanah asin di daerah penelitian terjadi karena adanya material garam
akibat air laut yang terjebak di dalam tanah akibat adanya evaporasi atau
penguapan dan kedalaman sumur yang relative dangkal sehingga airtanah
tercemar dan menjadi asin dibandingkan dengan sumur gali yang berada dekat
dekat pantai namun memiliki muka airtanah dan elevasi airtanah yang lebih tinggi
atau jauh dari permukaan tanah sehingga diharapkan tidak dilakukan pengambilan
airtanah di daerah yang asin agar tidak terjadi penyebaran airtanah asin ke
beberapa sumur lainnya.
Kata Kunci: Mirit, Hidrogeokimia, Kerentanan, Airtanah.
| Item Type: | Tugas Akhir (Tesis) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mirit, Hidrogeokimia, Kerentanan, Airtanah. |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Depositing User: | Eny Suparny |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 08:34 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 08:35 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46616 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
