Dhimas Adi Wibowo, . (2026) ANALISIS PENGARUH HOLDING TIME POST WELD HEAT TREATMENT PADA SAMBUNGAN LAS DISSIMILAR T91-T11 TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO. Tugas Akhir thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
Cover_116210032.pdf Download (99kB) |
|
|
Text
Abstrak_116210032.pdf Download (753kB) |
|
|
Text
Halaman Pengesahan_116210032.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
Daftar Isi_116210032.pdf Download (268kB) |
|
|
Text
Daftar Pustaka_116210032.pdf Download (1MB) |
|
|
Text
Fulltext_116210032.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) |
Abstract
Proses pengelasan dissimilar metal seringkali menimbulkan permasalahan seperti tingginya tegangan sisa dan heterogenitas struktur mikro antar material. Hal tersebut mengakibatkan risiko kegagalan komponen akibat perbedaan sifat mekanik yang signifikan. Oleh karena itu, perlu dilakukan proses Post Weld Heat Treatment (PWHT) untuk mereduksi tegangan sisa dan menyeragamkan sifat mekanik material hasil pengelasan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi holding time PWHT pada sambungan las Gas Tungsten Arc Welding (GTAW) baja T91 dan T11 terhadap perubahan struktur mikro, kekerasan, dan kekuatan tarik.Penelitian ini menggunakan material pipa baja T91 dan T11 dengan temperatur PWHT 705°C. Variasi yang digunakan yaitu holding time selama 30, 60, dan 90 menit. Berdasarkan hasil analisis kuantitatif struktur mikro, diketahui bahwa holding time 60 menit memicu fenomena secondary hardening pada HAZ T91 akibat nukleasi presipitat baru, yang divalidasi oleh lonjakan jumlah partikel mencapai 4.286 butir. Sebaliknya, durasi yang sama mengakibatkan degradasi pada T11 melalui mekanisme coarsening, ditandai dengan penurunan drastis jumlah partikel menjadi 875 butir disertai pembengkakan ukuran presipitat hingga 2,37 μm2. Hal tersebut mengakibatkan penurunan kekerasan secara drastis pada sisi T11 yang menjadi titik terlemah sambungan. Berdasarkan hasil pengujian tarik, nilai kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada spesimen as-weld sebesar 475,95 MPa. Spesimen dengan holding time 60 menit menunjukkan stabilitas kekuatan terbaik sebesar 438,06 MPa akibat efek penguncian dislokasi, sedangkan variasi 90 menit memiliki kekuatan terendah. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa durasi holding time memberikan pengaruh yang signifikan terhadap sifat mekanik dan struktur mikro. Variasi holding time 60 menit dinilai memberikan keseimbangan mekanik yang optimal melalui mekanisme penguatan presipitasi pada T91, meskipun degradasi termal pada T11 tidak terelakkan.
| Item Type: | Tugas Akhir (Tugas Akhir) |
|---|---|
| Additional Information: | Dhimas Adi Wibowo (116210032-Penulis) Mansyur Abdul Shaleh (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Dissimilar Weld, T91, T11, PWHT, Holding Time. |
| Subjek: | T Technology > T Technology (General) T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Metalurgi |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 07:42 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 07:42 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46613 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
