UPAYA AMERIKA SERIKAT DALAM MENGHADAPI CRYPTOPOLITIK SECURITY FACEBOOK PADA TAHUN 2018 - 2020

Nurikhtiar, Arhama (2025) UPAYA AMERIKA SERIKAT DALAM MENGHADAPI CRYPTOPOLITIK SECURITY FACEBOOK PADA TAHUN 2018 - 2020. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Skripsi full_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf] Text
1_Skripsi full_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 2_Cover_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf] Text
2_Cover_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf

Download (167kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf] Text
3_Abstrak_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf

Download (48kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf

Download (372kB)
[thumbnail of 5_Daftar Isi_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf] Text
5_Daftar Isi_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf

Download (112kB)
[thumbnail of 6_Daftar Pustaka_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf] Text
6_Daftar Pustaka_151190137_Arhama Nurikhtiar.pdf

Download (172kB)

Abstract

Upaya Amerika Serikat dalam merespons ancaman cryptopolitik security yang muncul dari eksploitasi data oleh Facebook, khususnya pada periode 2018-2020 pasca skandal Cambridge Analytica. Dengan menggunakan kerangka Internet Governance dan pendekatan konstruktivis, peran dalam kelembagaan Amerika Serikat termasuk intervensi Federal Trade Commission (FTC), inisiatif kebijakan dari National Cybersecurity Society (NCS), dan legislasi di tingkat negara bagian seperti California Consumer Privacy Act (CCPA) terbukti belum efektif dalam membentuk kerangka regulasi federal yang komprehensif dan mengikat. Penelitian ini menunjukkan bahwa sanksi finansial yang dijatuhkan FTC cenderung parsial dan minim, gagal secara substantif mengubah model bisnis Facebook yang berpusat pada komodifikasi data pengguna, sementara rancangan undang-undang federal stagnan dan tidak terealisasi. Meskipun CCPA muncul sebagai respons proaktif dari tingkat negara bagian, implementasinya masih menghadapi keterbatasan dalam memberikan efek jera secara menyeluruh. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa fragmentasi sistem tata kelola internet di Amerika Serikat, dominasi korporasi digital atas ruang kebijakan, serta lambatnya respons legislatif secara kolektif telah mengikis kedaulatan digital negara, memaksa redefinisi konsep keamanan nasional, dan memperlihatkan dilema fundamental antara percepatan inovasi teknologi dan kebutuhan esensial akan perlindungan data serta integritas demokratis di era digital.
Kata Kunci: Facebook, Cryptopolitik, Keamanan Siber, Internet Governance, Kedaulatan Digital.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: Facebook, Cryptopolitik, Keamanan Siber, Internet Governance, Kedaulatan Digital.
Subjek: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Hubungan Masyarakat
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 12 Jan 2026 09:00
Last Modified: 12 Jan 2026 09:00
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46533

Actions (login required)

View Item View Item