PERENCANAAN DUAL STAGE CEMENTING PADA SUMUR DALAM “MR-21” LAPANGAN “MV”

RONDONUWU, MARIA REGINACAELI (2025) PERENCANAAN DUAL STAGE CEMENTING PADA SUMUR DALAM “MR-21” LAPANGAN “MV”. Skripsi thesis, Universitas pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Skripsi Full_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf] Text
1_Skripsi Full_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
[thumbnail of 2_Cover_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf] Text
2_Cover_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf

Download (103kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf] Text
3_Abstrak_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf

Download (187kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf

Download (248kB)
[thumbnail of 5_Daftar Isi_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf] Text
5_Daftar Isi_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf

Download (264kB)
[thumbnail of 6_Daftar Pustaka_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf] Text
6_Daftar Pustaka_113210180_Maria Reginacaeli Rondonuwu.pdf

Download (136kB)

Abstract

Pada suatu operasi pemboran sumur yang dalam, biasanya thickening time semen
terlalu lama menyebabkan kualitas semen menjadi buruk. Untuk itu perlu dilakukan
dual stage cementing dengan membagi tahap penyemenan menjadi dua tahap
sehingga thickening time menjadi singkat dan kualitas semen tetap baik. Sumur
MR-21 merupakan suatu sumur yang memiliki kolom fluida yang cukup panjang
sehingga thickening time yang dihasilkan cukup lama. Oleh karena itu, penyemenan
pada sumur MR-21 dilakukan menggunakan metode dual stage agar mempercepat
proses penyemenan.
Dalam perencanaan penyemenan primer menggunakan metode dual stage
cementing pada sumur MR-21, perencanaan pertama yang dilakukan ialah
menentukan kedalaman DSCC (Dual Stage Cementing Collar) serta panjang Stage
I dan Stage II. Selanjutnya merencanakan design stage I dan stage II yang meliputi
: volume yang dibutuhkan, jumlah sack cement, additive apa saja yang digunakan,
menentukan laju alir dan pola aliran yang digunakan, menghitung thickening time
pada masing – masing stage, menghitung pressure loss dan tekanan pemompaan,
agar pada pemompaan semen dapat lebih efisien, sehingga penyemenan juga dapat
berjalan dengan aman tanpa menimbulkan permasalahan.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan, DSCC ( Dual Stage Cementing Collar)
berada pada kedalaman 6017 ft, Stage I dengan kedalaman 6017 ft – 8000 ft, dan
Stage II dengan kedalaman 4035 ft – 6017 ft. Pada Stage I, volume slurry yang
dibutuhkan sebesar 808,69 cuft, Jumlah sak semen sebanyak 473 sack, Q yang
digunakan adalah sebesar 5,5 BPM (231 GPM dengan pola aliran turbulent,
Pressure loss pada casing di stage I sebesar 664,36 psi, tekanan pemompaan sebesar
968,64 psi, dan thickening time sebesar 3 jam 36 menit yang dianggap aman untuk
dilakukan penyemenan. Kemudian pada stage II dengan kedalaman 4035 ft – 6017
ft, volume slurry yang dibutuhkan sebesar 803,35 cuft, Q yang digunakan adalah
sebesar 4 BPM (168 GPM) dengan pola aliran laminar, Pressure loss pada casing
di stage II yaitu sebesar 0,44psi, tekanan pemompaan sebesar 378,11 psi, thickening
time sebesar 3 jam 20 menit yang dianggap aman untuk dilakukan penyemenan.
Kata kunci: cementing, dual stage, perencanaan.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Uncontrolled Keywords: cementing, dual stage, perencanaan
Subjek: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 09 Jan 2026 03:21
Last Modified: 09 Jan 2026 03:21
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46524

Actions (login required)

View Item View Item