KEPENTINGAN JEPANG ATAS BANTUAN ODA (OFFICIAL DEVELOPMENT ASSISTANCE) KE MYANMAR PASCA KUDETA MILITER TAHUN 2021

Nabila Amalia Romadhani, . (2025) KEPENTINGAN JEPANG ATAS BANTUAN ODA (OFFICIAL DEVELOPMENT ASSISTANCE) KE MYANMAR PASCA KUDETA MILITER TAHUN 2021. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of Cover_151220061.pdf] Text
Cover_151220061.pdf

Download (119kB)
[thumbnail of Abstrak_151220061.pdf] Text
Abstrak_151220061.pdf

Download (201kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan_151220061.pdf] Text
Halaman Pengesahan_151220061.pdf

Download (94kB)
[thumbnail of Daftar Isi _151220061.pdf] Text
Daftar Isi _151220061.pdf

Download (206kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka_151220061.pdf] Text
Daftar Pustaka_151220061.pdf

Download (234kB)
[thumbnail of Fulltext_151220061.pdf] Text
Fulltext_151220061.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Sejak pasca perang dunia kedua Jepang menjalin hubungan dengan Myanmar diawali dengan perjanjian reparasi perang pada tahun 1954. Hubungan kedua negara tersebut terus berkembang dan bertranformasi menjadi kerjasama melalui mekanisme Official Development Assistance (ODA). Sebagai salah satu donor terbesar, Jepang menyalurkan berbagai bentuk bantuan kepada Myanmar khususnya pada periode 2012–2020, termasuk pembayaran kembali sebagian utang luar negeri Myanmar serta proyek pembangunan lainnya melalui tiga skema ODA: pinjaman lunak(loan aid), hibah (grant aid), dan kerja sama teknis (technical cooperations). Namun, kudeta militer tahun 2021 di Myanmar menyebabkan perubahan drastis dalam dinamika politik Myanmar dan menempatkan Jepang pada posisi dilematis sehingga perlu meninjau ulang keberlanjutan bantuannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan studi pustaka. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis perubahan kebijakan ODA dan kepentingan Jepang memberikan bantuan ODA ke Myanmar pasca kudeta militer tahun 2021. Menggunakan teori aktor rasional Graham T. Allison. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan Jepang mempertimbangkan dua kepentingan nasional, yaitu kepentingan diplomatik untuk menjaga hubungan dan stabilitas kawasan melalui komunikasi dan dukungan terhadap mekanisme ASEAN, kepentingan ekonomi untuk melindungi investasi yang telah tertanam di Myanmar. Dengan demikian, keputusan Jepang untuk tetap melanjutkan ODA secara selektif melalui hibah dan kerja sama teknis merupakan keputusan rasional yang paling optimum dengan mempertimbangkan keuntungan dan kerugian berdasarkan kepentingan nasionalnya.

Kata Kunci: Jepang, Myanmar, Official Development Assistance, Kudeta Militer 2021.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Nabila Amalia Romadhani (Penulis - 151220061) ; Erna Kurniawati (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Jepang, Myanmar, Offcial Development Assistance, Kudeta Militer 2021.
Subjek: J Political Science > JZ International relations
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Hubungan Internasional
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 08 Jan 2026 03:27
Last Modified: 08 Jan 2026 03:27
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46506

Actions (login required)

View Item View Item