Muhammad Alfanin Ni'am, . (2025) LAJU INFILTRASI TANAH PADA BERBAGAI PENGGUNAAN LAHAN DI KALURAHAN GIRIKERTO KAPANEWON TURI KABUPATEN SLEMAN. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Cover_133210033.pdf Download (155kB) |
|
|
Text
2_Abstrak_133210033.pdf Download (178kB) |
|
|
Text
3_Halaman Pengesahan_133210033.pdf Download (458kB) |
|
|
Text
4_Daftar Isi_133210033.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
5_Daftar Pustaka_133210033.pdf Download (190kB) |
|
|
Text
6_Skripsi Full_133210033.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) |
Abstract
Air merupakan sumber daya alam yang sangat penting dalam sektor pertanian,
terutama sebagai penopang utama dalam proses pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. Laju infiltrasi merupakan salah satu parameter penting dalam pengelolaan
sumber daya air, karena berkaitan langsung dengan kemampuan tanah dalam
menyerap air. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui laju infiltrasi pada
berbagai jenis penggunaan lahan di Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi,
Kabupaten Sleman, 2) menganalisis pengaruh penggunaan lahan terhadap laju
infiltrasi, dan 3) mengetahui keeratan hubungan sifat fisik tanah terhadap laju
infiltrasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan metode untuk
menganalisis infiltrasi menggunakan Metode Horton. Pengambilan titik sampel
dilakukan secara purposive sampling berdasarkan overlay peta jenis tanah,
kemiringan lereng, dan penggunaan lahan. Pada pengukuran laju infiltrasi ini
menunjukkan nilai yang berbeda pada setiap penggunaan lahannya, secara berturut
– turut dari yang terbesar hingga terkecil antara lain, infiltrasi tergolong cepat pada
lahan Hutan Agak Curam 19,46 cm/jam, Hutan Landai 12,97 cm/jam, Kebun Datar
14,40 cm/jam, dan Kebun Landai 13,89 cm/jam. Laju infiltrasi tergolong sedang
pada lahan Hutan Curam 5,57 cm/jam, Lahan Terbuka Agak Curam 3,62 cm/jam,
Lahan Terbuka Datar 2,40 cm/jam, dan Lahan Terbuka Landai 3,60 cm/jam.
Infiltrasi tergolong agak lambat pada lahan Sawah Datar 1,22 cm/jam, Sawah
Landai 1,28 cm/jam, dan Tegalan Landai 1,45 cm/jam. Infiltrasi tergolong sangat
lambat pada lahan Tegalan Datar 0,00 cm/jam. Analisis menunjukkan bahwa dari
empat sifat fisik tanah yang diuji, hanya porositas tanah yang berpengaruh
signifikan terhadap laju infiltrasi dengan hubungan positif dan kontribusi sebesar
36,1%. Sementara itu, bahan organik, berat volume, dan berat jenis tanah tidak
menunjukkan pengaruh signifikan terhadap laju infiltrasi, dengan tingkat hubungan
yang rendah hingga sangat rendah. Laju infiltrasi ini dipengaruhi oleh faktor sifat
fisik (tekstur, berat volume, porositas, bahan organik), kemiringan lereng (datar,
landai, agak curam, curam), dan penggunaan lahan (hutan, kebun, lahan terbuka,
sawah, tegalan).
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | MUHAMMAD ALFANIN NI'AM (PENULIS - 133210033) ; M. KUNDARTO (PEMBIMBING) |
| Uncontrolled Keywords: | laju infiltrasi, penggunaan lahan, Kalurahan Girikerto |
| Subjek: | S Agriculture > S Agriculture (General) |
| Divisions: | Fakultas Pertanian > (S1) Ilmu Tanah |
| Depositing User: | Bayu Pambudi |
| Date Deposited: | 30 Dec 2025 03:40 |
| Last Modified: | 30 Dec 2025 03:40 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46457 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
