PERLAWANAN SIMBOLIK TEATER PAYUNG HITAM MELALUI BRAND ACTIVISM PASCA-PELARANGAN PEMENTASAN “WAWANCARA DENGAN MULYONO”

Nur Shabrina Ramadhini, . (2025) PERLAWANAN SIMBOLIK TEATER PAYUNG HITAM MELALUI BRAND ACTIVISM PASCA-PELARANGAN PEMENTASAN “WAWANCARA DENGAN MULYONO”. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1_Cover_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf] Text
1_Cover_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of 2_Abstrak_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf] Text
2_Abstrak_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf

Download (127kB)
[thumbnail of 3_Halaman Pengesahan_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf] Text
3_Halaman Pengesahan_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf

Download (230kB)
[thumbnail of 4_Daftar Isi_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf] Text
4_Daftar Isi_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf

Download (143kB)
[thumbnail of 5_Daftar Pustaka_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf] Text
5_Daftar Pustaka_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf

Download (245kB)
[thumbnail of 6_Skripsi Fulltext_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf] Text
6_Skripsi Fulltext_153210115_Nur Shabrina Ramadhini.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

Teater Payung Hitam, sebuah entitas non-profit, mengalami pelarangan pementasan “Wawancara dengan Mulyono” karya Rachman Sabur pada 15 Februari 2025 sebagai bentuk pembatasan kebebasan berekspresi dan melakukan perlawanan yang mencerminkan praktik brand activism. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik brand activism Teater Payung Hitam sebagai bentuk perlawanan simbolik pasca-pelarangan pementasan “Wawancara dengan Mulyono”. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teater Payung Hitam merupakan entitas non-profit yang mempraktikkan brand activism dengan autentisitas tinggi yang tidak muncul akibat pelarangan, tetapi telah terbangun melalui keselarasan nilai, tujuan, pesan, dan praktik karya yang diproduksi. Pelarangan hanya menjadi momentum yang mengamplifikasi aktivisme yang diwujudkan melalui perilisan pernyataan sikap dan karya teater. Praktik brand activism dipicu oleh ideologi Rachman Sabur, otoritas moral merek, tekanan anggota, serta akumulasi peristiwa pada masa jabatan Joko Widodo, dan peristiwa pelarangan pementasan “Wawancara dengan Mulyono”. Faktor brand seperti autentisitas, kredibilitas, legitimasi, komunitas, dan reputasi merek, serta faktor aksi berupa membuat karya bermuatan kritik (high-effort), merilis pernyataan sikap (low-effort), word-of-mouth melalui koneksi interpersonal, jaringan media sosial, atensi newsroom, dan kekuatan Rachman Sabur berkontribusi pada praktik brand activism. Brand activism berdampak pada persepsi masyarakat, brand, serta entitas lain yang berhubungan dengan Teater Payung Hitam.

Kata Kunci: Brand Activism, Perlawanan Simbolik, Teater Payung Hitam, Rachman Sabur

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Nur Shabrina Ramadhini (Penulis - 153210115) Khuswatun Hasanah (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: Brand Activism, Perlawanan Simbolik, Teater Payung Hitam, Rachman Sabur
Subjek: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
J Political Science > JA Political science (General)
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > (S1) Ilmu Komunikasi
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 29 Dec 2025 08:31
Last Modified: 29 Dec 2025 08:31
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46406

Actions (login required)

View Item View Item