KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DAN ANALISIS LAJU SEDIMENTASI PADA BLOK PENAMBANGAN PT TELEN ORBIT PRIMA

Mohammad Haikal Rasyid, . (2025) KAJIAN TEKNIS SISTEM PENYALIRAN TAMBANG DAN ANALISIS LAJU SEDIMENTASI PADA BLOK PENAMBANGAN PT TELEN ORBIT PRIMA. Skripsi thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 1. Skripsi Fulltext_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf] Text
1. Skripsi Fulltext_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
[thumbnail of 2. Cover_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf] Text
2. Cover_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf

Download (153kB)
[thumbnail of 3. Abstrak_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf] Text
3. Abstrak_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf

Download (210kB)
[thumbnail of 4. Lembar Pengesahan_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf] Text
4. Lembar Pengesahan_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf

Download (112kB)
[thumbnail of 5. Daftar Isi_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf] Text
5. Daftar Isi_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf

Download (269kB)
[thumbnail of 6. Daftar Pustaka_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf] Text
6. Daftar Pustaka_112210051_Mohammad Haikal Rasyid.pdf

Download (196kB)
Official URL: https://upnyk.ac.id

Abstract

PT Telen Orbit Prima merupakan perusahaan pertambangan batubara dengan sistem penambangan tambang terbuka yang berlokasi di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah. Pengelolaan air tambang
di lokasi penelitian dihadapkan dengan kondisi intensitas hujan yang tinggi. Selain itu, air limpasan seringkali membawa sedimen sehingga menyebabkan pendangkalan pada ceruk dan kolam pengendapan.Oleh karena itu, kajian hidrologi diperlukan untuk mengevaluasi dan merencanakan sistem penyaliran tambang.
Intensitas hujan terbesar yang pernah terjadi pada lokasi penelitian yaitu 71,74 mm. Pada lokasi penelitian terdapat 2 daerah tangkapan hujan utama, yaitu Pit SAM dan Pit Alfa dengan luas 0,55 Km2 dan 0,30 Km2. Estimasi debit maksimum air limpasan Pit SAM sebesar 9,87 m3/detik, sedangkan Pit Alfa 5,38 m3/detik.
Perluasan dimensi saluran terbuka diperlukan untuk saluran terbuka Pit SAM dan perlu dibangun saluran terbuka di sisi jalan Pit Alfa. Laju erosi pada Pit SAM dan Pit Alfa tergolong sangat berat dengan estimasi secara berturut-turut 4.983,31 ton/ha/tahun serta 4.063,02 ton/ha/tahun yang membuat kapasitas tampung ceruk akan terus berkurang sehingga diperlukan pengerukan ceruk secara berkala. Sedangkan laju sedimentasi pada Pit SAM dan Pit Alfa secara berturut-turut 71.051 m3/tahun serta 17.235 m3/tahun. Di sisi lain, diperlukan perluasan dimensi ceruk pada Pit SAM dan Pit Alfa dengan rekomendasi volume ceruk masing-masing
seluas 139.920 m3 dan 40.612 m3 serta peningkatan putaran impeller pompa. Waktu pengerukan yang dibutuhkan untuk kolam pengendapan SAM dan Alfa yaitu 341 hari dan 485 hari.

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Mohammad Haikal Rasyid (Penulis-112210051) Peter Eka Rosadi (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: air limpasan, drainase tambang, ceruk, sistem pemompaan, kolam pengendapan, erosi, dan sedimentasi
Subjek: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Pertambangan
Depositing User: Bayu Pambudi
Date Deposited: 24 Dec 2025 06:12
Last Modified: 24 Dec 2025 06:12
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/46367

Actions (login required)

View Item View Item