Permadi S H B A, Aldhy (2025) ANALISIS FASIES BERDASARKAN DATA BAWAH PERMUKAAN PADA FORMASI TALANG AKAR LAPANGAN “HEZEL” SUB CEKUNGAN JAMBI SUMATRA SELATAN. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
2_COVER_111210126_ALDHY PERMADI.pdf Download (167kB) |
|
|
Text
3_Abstrack_111210126_ALDHY PERMADI SHBA.pdf Download (177kB) |
|
|
Text
4_LEMBAR PENGESAHAN_111210126_ALDHY PERMADI S H B A.pdf Download (85kB) |
|
|
Text
5_DAFTAR ISI, DAFTAR GAMBAR, DAFTAR SINGKATAN, DAFTAR LAMPIRAN_111210126_ALDHY PERMADI.pdf Download (310kB) |
|
|
Text
6_DAFTAR PUSTAKA_111210126_ALDHY PERMADI.pdf Download (150kB) |
|
|
Text
1_Skripsi Full_111210126_Aldhy Permadi S H B A.pdf Restricted to Repository staff only Download (46MB) |
Abstract
Penelitian ini dilakukan di Lapangan “Hezel” yang terletak di Sub-cekungan
Jambi, Cekungan Sumatra Selatan, salah satu cekungan hidrokarbon paling
produktif di Indonesia. Secara geologis, Sub-cekungan Jambi menunjukkan pola
sedimentasi yang kompleks. Fokus penelitian ini adalah Formasi Talang Akar yang
memiliki potensi signifikan sebagai zona reservoir hidrokarbon. Formasi ini terbagi
menjadi dua bagian, yaitu Lower Talang Akar yang didominasi oleh batupasir,
batubara, dan serpih (shale), serta Upper Talang Akar yang didominasi oleh litologi
shale dan batubara dengan sisipan batupasir akibat kenaikan muka air laut. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi litologi dan menginterpretasikan
data bawah permukaan guna memperoleh model fasies dan lingkungan
pengendapan, serta memahami proses sedimentasi yang dipengaruhi oleh aktivitas
tektonik jutaan tahun yang lalu. Metode yang digunakan meliputi analisis litologi,
electrofacies, lithofacies, sequence stratigraphy, analisis struktur, dan petrografi.
Seluruh analisis dilakukan berdasarkan data wireline log, mud logging, data inti
(core), dan data seismik, yang kemudian diintegrasikan untuk menghasilkan
pemodelan fasies dan lingkungan pengendapan. Hasil interpretasi menunjukkan
perkembangan litologi berupa batupasir, lempung (claystone), batubara,
batugamping (limestone), filit (phyllite), konglomerat, dan illit. Urutan stratigrafi
pada daerah penelitian diawali oleh Maximum Flooding Surface 1 (MFS-1) yang
merepresentasikan fase transgresif (TST-1), diikuti oleh Highstand System Tract
(HST-1), kemudian Sequence Boundary 1 (SB-1) yang menandai fase Lowstand
System Tract (LST-1). Fase transgresif selanjutnya (TST-2) dibatasi oleh
Transgressive Surface 1 (TS-1) dan mencapai Maximum Flooding Surface 2 (MFS
2). Fasies yang berkembang pada lokasi penelitian mencerminkan lingkungan
pengendapan fluvial-deltaik, dengan elemen fasies seperti distributary channel,
point bar, crevasse splay, dan floodplain, yang mengindikasikan dominasi sistem
deltaik yang dikontrol oleh proses fluvial.
Kata kunci: fasies, Formasi Talang Akar, lingkungan pengendapan, Sub-cekungan
Jambi.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Aldhy Permadi S H B A (Penulis-111.210.126) ; Istiana (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | fasies, Formasi Talang Akar, lingkungan pengendapan, Sub-cekungan Jambi. |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | A.Md Eko Suprapti |
| Date Deposited: | 25 Nov 2025 02:00 |
| Last Modified: | 25 Nov 2025 02:00 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45765 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
