MAHANANI, DINA (2025) KARAKTERISTIK SILIKA DAN PENGARUHNYA TERHADAP PENGAYAAN NIKEL LATERIT BLOK “DS” PT CERIA NUGRAHA INDOTAMA SITE WOLO, KABUPATEN KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.
|
Text
1_Skripsi Full_111210108_Dina Mahanani.pdf Restricted to Repository staff only Download (24MB) |
|
|
Text
2_Cover_111210108_Dina Mahanani.pdf Download (81kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210108_Dina Mahanani.pdf Download (109kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210108_Dina Mahanani.pdf Download (110kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210108_Dina Mahanani.pdf Download (82kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210108_Dina Mahanani.pdf Download (79kB) |
Abstract
INTI SARI
KARAKTERISTIK SILIKA DAN PENGARUHNYA
TERHADAP PENGAYAAN NIKEL LATERIT BLOK “DS” PT
CERIA NUGRAHA INDOTAMA SITE WOLO, KABUPATEN
KOLAKA, PROVINSI SULAWESI TENGGARA
Oleh
Dina Mahanani
NIM: 111210108
Program Studi Sarjana Teknik Geologi
Nikel merupakan logam transisi yang memiliki peran vital dalam berbagai aplikasi
industri dan teknologi, di mana sebagian besar produksinya berasal dari endapan
nikel laterit yang berkembang di atas batuan ultramafik wilayah timur Indonesia,
termasuk pada lokasi penelitian dalam IUP PT Ceria Nugraha Indotama Site Wolo,
Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara. Salah satu komponen mayor yang
banyak ditemukan pada profil laterit adalah silika (SiO₂). Silika berpengaruh secara
signifikan terhdap kadar, distribusi dan efisiensi pengayaan nikel dalam profil
laterit. Tingginya kandungan silika dapat menurunkan efisiensi proses ekstraksi,
meningkatkan pembentukan slag dalam pirometalurgi, dan mempersulit proses
benefisiasi bijih. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik silika
berdasarkan aspek mineralogi, pola distribusi, serta interaksinya dengan unsur lain
dan menganalisis pengaruh keterdapatan silika terhadap pengayaan nikel laterit.
Metode yang digunakan antara lain pengamatan secara langsung di lapangan yang
didukung beberapa data sekunder dengan pendekatan analisis laboratorium seperti
analisis stereografis, petrografi dan geokimia XRF. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa endapan nikel laterit berkembang di atas satuan batuan peridotit
terserpentinisasi dan tidak terserpentinisasi yang didukung oleh aktivitas struktur
geologi dengan tegasan utama berarah Barat Laut-Tenggara. Endapan laterit di
lokasi penelitian terbagi menjadi empat zona, yaitu top soil (44,2%), limonit (27%),
saprolit (20,6%), dan batuan dasar (8,2%). Silika yang teridentifikasi terdiri atas
sheeted silcrete silica (zona limonit), boxwork silica (zona limonit dan saprolit),
serta vein silica (zona batuan dasar hingga limonit) dengan karakteristik mineralogi
yang bervariasi. Silika sekunder yang berasosiasi dengan profil laterit terdiri atas
silika amorf, kalsedon, dan mikrokristalin kuarsa. Pengayaan silika pada profil
laterit dipengaruhi oleh litologi batuan dasar, proses serpentinisasi, kondisi drainase
dan mobilitas air, struktur geologi, serta topografi setempat. Profil geokimia laterit
menunjukkan kandungan MgO dan SiO₂ yang menurun ke arah atas profil laterit,
sedangkan kandungan Fe meningkat. Unsur Ni dominan terakumulasi pada zona
saprolit. Peningkatan SiO₂ yang disertai penurunan kadar Ni mengindikasikan
keberadaan silika sekunder yang tidak mengandung unsur Ni pada struktur
kimianya, sedangkan peningkatan SiO₂ tanpa penurunan kadar Ni menunjukkan
kehadiran silikat nikel, seperti garnierite atau chrysoprase.
Kata kunci: Batuan dasar, kelerengan, nikel laterit, serpentinisasi, silika
viii
ABSTRACT
CHARACTERISTICS OF SILICA AND ITS IMPACT ON NICKEL
LATERITE ENRICHMENT IN BLOCK “DS” OF PT CERIA
NUGRAHA INDOTAMA, WOLO SITE, KOLAKA REGENCY,
SOUTHEAST SULAWESI PROVINCE
By
Dina Mahanani
NIM: 111210108
Geological Engineering Undergraduated Program
Nickel is a transition metal that has a vital role in various industrial and
technological applications, where most of its production comes from laterite
nickel deposits that develop on top of ultramafic rocks in eastern Indonesia,
including at the research location in the IUP PT Ceria Nugraha Indotama Site
Wolo, Kolaka Regency, Southeast Sulawesi Province. One of the major
components found in many laterite profiles is silica (SiO₂). Silica significantly
affects the grade, distribution and enrichment efficiency of nickel in the laterite
profile. High silica content can reduce the efficiency of the extraction process,
increase slag formation in pyrometallurgy, and complicate the ore beneficiation
process. This study aims to assess the characteristics of silica based on
mineralogical aspects, distribution patterns, and interactions with other
elements and analyze the effect of silica presence on laterite nickel enrichment.
The methods used include direct observation in the field supported by some
secondary data with laboratory analysis approaches such as stereographic
analysis, petrography and XRF geochemistry. The results show that nickel
laterite deposits develop on top of serpentinized and non-serpentinized
peridotite rock units supported by geological structural activities with the main
strikes running northwest-southeast. The laterite deposits at the study site are
divided into four zones, namely top soil (44.2%), limonite (27%), saprolite
(20.6%), and bedrock (8.2%). The identified silica consists of sheeted silcrete
silica (limonite zone), boxwork silica (limonite and saprolite zones), and vein
silica (bedrock to limonite zone) with varying mineralogical characteristics.
Secondary silica associated with the laterite profile consists of amorphous
silica, chalcedony and microcrystalline quartz. Silica enrichment in the laterite
profiles is influenced by bedrock lithology, serpentinization processes, drainage
and water mobility conditions, geological structures and local topography. The
geochemical profile of the laterite shows MgO and SiO₂ content decreasing
towards the top of the laterite profile, while Fe content increases. Ni is
dominantly accumulated in the saprolite zone. An increase in SiO₂ accompanied
by a decrease in Ni content indicates the presence of secondary silica that does
not contain Ni in its chemical structure, while an increase in SiO₂ without a
decrease in Ni content indicates the presence of nickel silicates, such as
garnierite or chrysoprase.
Keywords: Bedrock, nickel laterite, serpentinization, silica, slope
ix
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Batuan dasar, kelerengan, nikel laterit, serpentinisasi, silika |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Eko Yuli |
| Date Deposited: | 20 Nov 2025 03:05 |
| Last Modified: | 20 Nov 2025 03:05 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45621 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
