OKTAVIONIKA, FEBI (2025) ANALISIS KESTABILAN LERENG UNTUK ZONASI RAWAN BENCANA LONGSOR DI DAERAH DONOROJO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN SEMPOR, KABUPATEN KEBUMEN, JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.
|
Text
2_Cover_111210079_Febi Oktavionika.pdf Download (111kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210079_Febi Oktavionika.pdf Download (200kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210079_Febi Oktavionika.pdf Download (120kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210079_Febi Oktavionika.pdf Download (235kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210079_Febi Oktavionika.pdf Download (183kB) |
|
|
Text
1_Skripsi Full_111210079_Febi Oktavionika.pdf Restricted to Repository staff only Download (79MB) |
Abstract
Kecamatan Sempor, khususnya wilayah Donorojo dan sekitarnya, merupakan
daerah yang memiliki tingkat kerawanan tanah longsor pada kategori sedang.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi geologi dan kestabilan lereng
serta menyusun peta zonasi kerawanan longsor berdasarkan parameter yang
tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 22/PRT/M/2007.
Penelitian ini menggunakan pendekatan gabungan antara metode kuantitatif dan
kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi data primer yang
diperoleh melalui kegiatan pemetaan geologi dan geologi teknik di lapangan, serta
data sekunder berupa data geospasial digital. Zonasi kerawanan longsor ditentukan
berdasarkan tujuh parameter utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian
besar wilayah penelitian memiliki kelerengan tinggi dengan nilai kelerengan >40%,
batuan penyusun berkategori sedang, antara lereng dan bidang diskontuinitas tidak
searah, dan tata guna lahan yang didominasi kelas tinggi. Parameter lainnya seperti
curah hujan dengan nilai 2.137 mm/tahun, kegempaan, dan tata air lereng dengan
densitas kelurusan 1-1,5 km/km
berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil
analisis, wilayah penelitian terbagi ke dalam tiga zona kerawanan, yaitu zona
kerawanan rendah seluas 7,4 km², zona kerawanan sedang seluas 17,01 km², dan
zona kerawanan tinggi seluas 0,8 km². Hasil zonasi ini diperkuat oleh analisis
kestabilan lereng pada empat titik pengamatan, di mana analisis kestabilan lereng
dilakukan pada empat lokasi (LP 1–LP 4), menghasilkan nilai Faktor Keamanan
(FK) yang bervariasi. LP 1, LP 3, dan LP4 merupakan lereng kritis (FK 1,090,
1,150, dan 1,161) dan LP 2 stabil (FK 1,414). LP 1, 3 dan 4 berada dalam zona
kerawanan sedang dengan kondisi faktor keamanan kritis hingga stabil.
2
Kata kunci: donorojo, kestabilan lereng, longsor, zonasi rawan longsor
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | donorojo, kestabilan lereng, longsor, zonasi rawan longsor |
| Subjek: | Q Science > QE Geology |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | Eny Suparny |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 07:55 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 07:55 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45524 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
