Anargya, Indra (2025) GEOLOGI DAN ESTIMASI SUMBERDAYA BATUBARA TAMBANG TERBUKA PEDAYAK, DESA SEPASO SELATAN, KECAMATAN BENGALON, KABUPATEN KUTAI TIMUR, PROVINSI KALIMANTAN TIMUR. Skripsi thesis, UPN "Veteran"Yogyakarta.
|
Text
2_Cover_111210134_Indra Anargya.pdf Download (104kB) |
|
|
Text
3_Abstrak_111210134_Indra Anargya.pdf Download (278kB) |
|
|
Text
4_Halaman Pengesahan_111210134_Indra Anargya.pdf Download (164kB) |
|
|
Text
5_Daftar Isi_111210134_Indra Anargya.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
6_Daftar Pustaka_111210134_Indra Anargya.pdf Download (377kB) |
|
|
Text
1_Skripsi Full_111210134_Indra Anargya.pdf Restricted to Repository staff only Download (18MB) |
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batubara terbesar di dunia,
dengan Kalimantan Timur sebagai salah satu wilayah utama penghasilannya.
Perhitungan sumberdaya batubara yang akurat sangat penting sebagai dasar
perencanaan tambang, namun perbedaan karakteristik geologi seperti ketebalan,
kemenerusan seam, pengaruh struktur geologi, serta kondisi geomorfologi dan
stratigrafi seringkali menimbulkan ketidakpastian dalam estimasi. Oleh karena itu,
penelitian di Tambang Terbuka Pedayak, Desa Sepaso Selatan, Kecamatan
Bengalon, Kabupaten Kutai Timur dilakukan untuk memperoleh gambaran geologi
serta estimasi sumberdaya batubara yang lebih presisi. Daerah penelitian dengan
luasan 1.625 m x 2.440 m memiliki geomorfologi yang terdiri atas bentuk asal
antropogenik berupa lahan tambang (sekitar 60%), sump (5%), serta bentuk asal
denudasional berupa perbukitan denudasi (28%). Hasil penelitian menunjukkan
bahwa daerah penelitian secara stratigrafi termasuk dalam Formasi Balikpapan
yang terbentuk dalam lingkungan delta khususnya lower delta plain dengan umur
Miosen Tengah hingga Miosen Akhir. Estimasi sumberdaya dilakukan dengan dua
metode, yaitu metode penampang (Cross Section Method) dan metode blok model
(Block Model Method), dengan menggunakan 105 data pengeboran dan densitas
batubara rata-rata 1,3 kg/m³. Ketebalan rata-rata seam batubara yang ditemukan
adalah: Seam A1 sebesar 9,08 m (2,37 – 16,91 m), Seam A2 sebesar 1,56 m (0,32 – 5,52 m), dan Seam A3 sebesar 6,22 m (3,38 – 9,83 m), semuanya dengan
kemiringan antara 25° hingga 30°, Hasil estimasi sumberdaya batubara
menggunakan metode penampang memperoleh tonnase total sebesar 42.514.517,08
mT, terdiri dari Seam A1 sebesar 18.922.048,46 mT, Seam A2 sebesar 4.625.661,10
mT, dan Seam A3 sebesar 18.966.807,52 mT. Sedangkan metode blok model
menghasilkan tonnase total 42.513.274,56 mT, dengan distribusi Seam A1 sebesar
18.925.250,24 mT, Seam A2 sebesar 4.615.298,52 mT, dan Seam A3 sebesar
18.972.725,80 mT. Dengan total tonnase menggunakan metode penampang (Cross
Section Method) menghasilkan total tonnase sebesar 42.514.517,08 mT, sedangkan
metode blok model (Block Model Method) menghasilkan total tonnase sebesar
42.513.274,56 mT. Perbandingan kedua metode menunjukkan bahwa metode blok
model memberikan estimasi yang lebih rinci dan akurat dalam menangkap variasi
ketebalan serta geometri lokal lapisan batubara.
Kata Kunci: Batubara, Blok Model, Formasi Balikpapan, Sumberdaya, Metode
Penampang.
| Item Type: | Tugas Akhir (Skripsi) |
|---|---|
| Additional Information: | Indra Anargya (Penulis - 111210134); Sapto kis Daryono (Pembimbing) |
| Uncontrolled Keywords: | Batubara, Blok Model, Formasi Balikpapan, Sumberdaya, Metode Penampang. |
| Subjek: | T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy |
| Divisions: | Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi |
| Depositing User: | UPA Perpustakaan |
| Date Deposited: | 18 Nov 2025 04:47 |
| Last Modified: | 18 Nov 2025 04:47 |
| URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45505 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
