ANALISIS KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE FREQUENCY RATIO PADA DESA TRIMULYO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO, JAWA TENGAH

SIBARANI, ANGGITA ANGGRAINI (2025) ANALISIS KERENTANAN GERAKAN TANAH MENGGUNAKAN METODE FREQUENCY RATIO PADA DESA TRIMULYO DAN SEKITARNYA, KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO, JAWA TENGAH. Skripsi thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of 2_Cover_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf] Text
2_Cover_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf

Download (292kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf] Text
3_Abstrak_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf

Download (335kB)
[thumbnail of 4_Halaman Pengesahan_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf] Text
4_Halaman Pengesahan_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf

Download (249kB)
[thumbnail of 5_Daftar isi_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf] Text
5_Daftar isi_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf

Download (741kB)
[thumbnail of 6_Daftar pustaka_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf] Text
6_Daftar pustaka_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf

Download (295kB)
[thumbnail of 1_Skripsi Full_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf] Text
1_Skripsi Full_111210156_Anggita Anggraini Sibarani.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (20MB)

Abstract

Berdasarkan data BPBD dan Diskominfo, kejadian gerakan tanah di wilayah ini
sering terjadi dan berdampak pada infrastruktur serta keselamatan penduduk.
Mengacu pada ketentuan pemetaan bencana skala lokal (1:25.000), diperlukan
pemodelan zonasi kerentanan gerakan tanah. Penelitian ini menggunakan metode
frequency ratio (FR) untuk menganalisis hubungan antara kejadian longsor dan
faktor-faktor pengontrolnyanya. Metode ini merupakan pendekatan kuantitatif
berbasis hubungan statistik antara titik longsor dan parameter fisik yang
memengaruhi kestabilan lereng. Parameter yang digunakan meliputi kemiringan
lereng, satuan batuan, arah kemiringan lereng, radius dari sungai, kerapatan
kelurusan, dan penggunaan lahan. Data longsor sebanyak 104 titik diperoleh
melalui pengamatan lapangan, interpretasi citra Google Earth, serta informasi
masyarakat setempat. Hasil analisis menunjukkan bahwa parameter kemiringan
lereng merupakan faktor dominan dengan nilai FR tertinggi pada kelas >45° (FR =
7,22), diikuti oleh tutupan lahan semak (FR = 3,12) dan kerapatan kelurusan tinggi
(FR = 2,01). Satuan breksi Totogan memiliki nilai FR lebih tinggi (FR = 2,28)
dibandingkan breksi Waturanda (FR=0,94), meskipun secara jumlah kejadian lebih
sedikit, menunjukkan pengaruh relatif dari sebarannya. Sebaran titik longsor
umumnya berada pada arah kemiringan lereng utara (FR= 2,15) dan wilayah yang
berjarak >200 m dari Sungai (FR = 1,50). Peta kerentanan yang dihasilkan terdiri
dari empat kelas, yaitu rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Validasi model
dengan metode AUC (Area Under Curve) menghasilkan nilai 0,81, yang
menunjukkan bahwa model FR memiliki tingkat keakuratan yang baik dan dapat
diterapkan sebagai dasar mitigasi bencana gerakan tanah di wilayah penelitian
Kata kunci: gerakan tanah, frequency ratio, kerentanan, wadaslintang, pemetaan

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: ANGGITA ANGGRAINI SIBARANI (Penulis) ; Thema Arrisaldi (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: gerakan tanah, frequency ratio, kerentanan, wadaslintang, pemetaan
Subjek: Q Science > QE Geology
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Geologi
Depositing User: A.Md Eko Suprapti
Date Deposited: 13 Nov 2025 06:23
Last Modified: 13 Nov 2025 06:23
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/45440

Actions (login required)

View Item View Item