EVALUASI MUD WEIGHT DENGAN PENDEKATAN SAFE MUD WINDOW BERDASARKAN MODEL GEOMEKANIK 1D PADA SUMUR MRA-026 LAPANGAN REVIN

ADIPERDANA, MICHAEL REVINDRA (2025) EVALUASI MUD WEIGHT DENGAN PENDEKATAN SAFE MUD WINDOW BERDASARKAN MODEL GEOMEKANIK 1D PADA SUMUR MRA-026 LAPANGAN REVIN. Skripsi thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of 2_Cover_113210072_Michael Revindra.pdf] Text
2_Cover_113210072_Michael Revindra.pdf

Download (581kB)
[thumbnail of 3_Abstrak_113210072_Michael Revindra.pdf] Text
3_Abstrak_113210072_Michael Revindra.pdf

Download (630kB)
[thumbnail of 4_Lembar Pengesahan_113210072_Michael Revindra.pdf] Text
4_Lembar Pengesahan_113210072_Michael Revindra.pdf

Download (405kB)
[thumbnail of 5_Daftar Isi_113210072_Michael Revindra.pdf] Text
5_Daftar Isi_113210072_Michael Revindra.pdf

Download (892kB)
[thumbnail of 6_Daftar Pustaka_113210072_Michael Revindra.pdf] Text
6_Daftar Pustaka_113210072_Michael Revindra.pdf

Download (534kB)
[thumbnail of 1_Skripsi full_113210072_Michael Revindra.pdf] Text
1_Skripsi full_113210072_Michael Revindra.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)
Official URL: https://upnyk.ac.id/

Abstract

Timur dengan target di kedalaman 8111 ft MD/7310 ft TVD. Dalam operasi
pemboran, terjadi partial loss pada trayek 8 ½” di kedalaman 7400-7700 ft
MD/6618-6910 ft TVD Top Carbonate Formasi Kujung yang merupakan zona
overpressure dan disebabkan oleh adanya wellbore instability akibat ketidaktepatan
penggunaan mud weight. Oleh karena itu, diperlukan rekomendasi mud weight yang
sesuai dengan konsep safe mud window dan faktor mekanika batuan sebagai acuan
dalam operasi pemboran dengan stratigafi lapangan yang sama.
Dalam menentukan rekomendasi mud weight tersebut, dibutuhkan model
geomekanik 1D yang mewakili kondisi tekanan di bawah permukaan. Model
geomekanik 1D dibuat berdasarkan pengolahan data well logging, yaitu gamma ray
log, sonic log, dan density log. Dalam pengolahan data tersebut didapatkan
beberapa parameter yang mendukung, yaitu shale base line, normal compaction
trend, overburden gradient, pore pressure, fracture gradient, minimum horizontal
stress, maximum horizontal stress, shear failure gradient. Dilakukan juga
pengolahan data untuk mendapatkan parameter mekanika batuan, seperti internal
friction angle dan cohesive strength.
Berdasarkan analisis mud weight terhadap model geomekanik 1D, didapatkan
bahwa densitas lumpur yang digunakan pada kedalaman permasalahan adalah 14,1
ppg, dimana nilai tersebut lebih besar daripada minimum horizontal stress dan
fracture gradient pada kedalaman tersebut. Ketidaktepatan penggunaan mud weight
tersebut didukung oleh Formasi Kujung yang didominasi oleh batugamping dengan
adanya fracture system. Untuk menghindari permasalahan tersebut di kemudian
hari, mud weight yang digunakan perlu diturunkan menjadi 12,6-12,8 ppg untuk
menjadi mud weight tetap berada di atas shear failure gradient dan berada di bawah
nilai minimum horizontal stress dan fracture gradient.
Kata kunci: wellbore instability, well logging data, safe mud window

Item Type: Tugas Akhir (Skripsi)
Additional Information: Michael Revindra Adiperdana (Penulis - 113210072) ; Aris Buntoro (Pembimbing)
Uncontrolled Keywords: wellbore instability, well logging data, safe mud window
Subjek: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Fakultas Teknologi Mineral dan Energi > (S1) Teknik Perminyakan
Depositing User: Indah Lestari
Date Deposited: 08 Aug 2025 02:30
Last Modified: 08 Aug 2025 02:30
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/43466

Actions (login required)

View Item View Item