PENGARUH PEMBERIAN BRIKET CAMPURAN KOTORAN DOMBA DAN BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA SERTA WAKTU APLIKASI TERHADAP SERAPAN N DAN P TANAMAN PADI PADA TANAH ENTISOL

Arsanti, Salsa Apriliana (2024) PENGARUH PEMBERIAN BRIKET CAMPURAN KOTORAN DOMBA DAN BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA SERTA WAKTU APLIKASI TERHADAP SERAPAN N DAN P TANAMAN PADI PADA TANAH ENTISOL. Other thesis, UPN Veteran Yogyakarta.

[thumbnail of ABSTRACT ENG.pdf] Text
ABSTRACT ENG.pdf

Download (97kB)
[thumbnail of ABSTRAK ID.pdf] Text
ABSTRAK ID.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of COVER.pdf] Text
COVER.pdf

Download (96kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (128kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (198kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN.pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN.pdf

Download (159kB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL.pdf] Text
SKRIPSI FULL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tanah Entisol Pantai Samas merupakan tanah yang didominasi oleh fraksi pasir,
dampaknya tanah tersebut mudah untuk mengalami pelindian sehingga kadar unsur
hara rendah. Kotoran domba dan biochar tempurung kelapa dapat berfungsi sebagai
sumber hara tanah yang mampu meningkatkan hara untuk diserap oleh tanaman.
Tujuan dari adanya penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan hubungan
dosis pemberian, waktu aplikasi dan kombinasi keduanya. Rancangan penelitian
menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama
adalah dosis jumlah pemberian briket kotoran domba dan biochar tempurung kelapa
terdiri dari A1= 1 briket setara dengan 0,07 ton/ha P ditambah 0,007 ton/ha biochar
tempurung kelapa, A2= 2 briket setara dengan 0,14 ton/ha P ditambah 0,014 ton/ha
biochar tempurung kelapa dan A3= 3 briket setara dengan 0,28 ton/ha P ditambah
0,028 ton/ha biochar tempurung kelapa. Faktor kedua adalah waktu pemberian
briket terdiri dari B1= minggu pertama (satu minggu sebelum tanam), B2= aplikasi
60 harisetelah tanam padi (fase vegetative maksimum), dan B3= kombinasi minggu
pertama dan aplikasi 60 hari setelah tanam padi. Parameter penelitian adalah
serapan hara N dan P bagian atas dan bawah tanaman padi. Hasil penelitian
dianalisis dengan ANOVA dilanjutkan dengan DMRT taraf 5 %. Hasil penelitian
jumlah pemberian 3 briket berpengaruh nyata meningkatkan serapan hara N bagian
atas dari 5,58 gr/tanaman menjadi 6,47 gr/tanaman, serapan hara N bagian bawah
dari 0,58 gr/tanaman menjadi 2,69 gr/tanaman, serapan hara P bagian atas dari 0,94
gr/tanaman menjadi 1,20 gr/tanaman dan serapan hara P bagian bawah dari 0,34
gr/tanaman menjadi 0,92 gr/tanaman. Waktu aplikasi minggu pertama dan 60 hari
setelah tanam berpengaruh nyata meningkatkan serapan hara N bagian atas dari
5,60 gr/tanaman menjadi 6,52 gr/tanaman, serapan hara N bagian bawah dari 0,80
gr/tanaman menjadi 2,01 gr/tanaman, serapan hara P bagian atas dari 0,98
gr/tanaman menjadi 1,61 gr/tanaman dan serapan hara P bagian bawah dari 0,42
gr/tanaman menjadi 0,78 gr/tanaman. Terdapat interaksi pada kontrol dan
kombinasi perlakuan yaitu serapan hara N bagian bawah dan serapan hara P bagian
bawah. Kombinasi perlakuan dengan nilai tertinggi yaitu pada pemberian 3 briket
dengan waktu aplikasi minggu pertama dan 60 hari setelah tanam (A3B3) dengan
nilai serapan hara N sebesar 22,51 gr/tanaman untuk bagian atas lalu untuk bagian
bawah sebesar 12,65 gr/tanaman. Hasil serapan hara P sebesar 4,19 gr/tanaman
untuk bagian atas dan bagian bawah sebesar 3,81 gr/tanaman.
Kata Kunci : Amelioran, Biochar, Briket, Kotoran Domba, Tanaman Padi

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Amelioran, Biochar, Briket, Kotoran Domba, Tanaman Padi.
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: A.Md Sepfriend Ayu Kelana Giri
Date Deposited: 28 Mar 2024 02:09
Last Modified: 28 Mar 2024 02:09
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/39189

Actions (login required)

View Item View Item