PRARANCANGAN PABRIK KIMIA DIPHENYLAMINE DARI ANILINE KAPASITAS 70.000 TON PER TAHUN

BASKORO S, MOCHAMMAD and ALFIANSYAH, ALFIANSYAH (2021) PRARANCANGAN PABRIK KIMIA DIPHENYLAMINE DARI ANILINE KAPASITAS 70.000 TON PER TAHUN. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.

[thumbnail of COVER (4).pdf] Text
COVER (4).pdf

Download (92kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI (3).pdf] Text
DAFTAR ISI (3).pdf

Download (68kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA (2).pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA (2).pdf

Download (61kB)
[thumbnail of LEMBAR PENGESAHAN (1).pdf] Text
LEMBAR PENGESAHAN (1).pdf

Download (85kB)
[thumbnail of SKRIPSI FULL (1).pdf] Text
SKRIPSI FULL (1).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (7MB)
[thumbnail of ABSTRACT (1).pdf] Text
ABSTRACT (1).pdf

Download (71kB)

Abstract

Pabrik Diphenylamine akan dibangun di desa Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan
Kabupaten Cilegon, Banten dan beroperasi selama 330 hari dalam setahun, dengan proses produksi
selama 24 jam dalam 1 hari. Pabrik Diphenylamine dirancang dengan kapasitas 70.000 ton/tahun,
menggunakan bahan baku Aniline yang diperoleh dari Jinan Boss Chemical Industry, LTD,Cina.
Perusahaan akan didirikan dengan badan hukum Perseroan Terbatas (PT),denganjumlah karyawan
113 orang..
Umpan segar anilin cair dari tangki penyimpan bahan baku (TP-01) dan anilin yang direcycle
dari hasil atas menara distilasi (MD-301) dicampur di mixing point (MP-101) untuk selanjutnya
diuapkan di vaporizer (VP-101). Uap aniline dinaikkan tekanannya sampai 8,1 atm pada kompresor
(CP-101) dan kemudian dipanaskan sampai suhu 475 oC sebelum masuk reactor di heater (HE-101).
Aniline masuk reaktor (RE-201) dalam fase vapor melewati tumpukan katalis Alumina Aktif (Al2O3)
menghasilkan diphenylamine dalam fase vapor dan amoniak dalam fase gas dengan suhu keluar
450⁰C dan tekanan 7,5 atm.
Gas produk reaktor kemudian dimanfaatkan panasnya untuk menghasilkan steam . Sebagian
produk reaktor terkondensasi pada suhu 193,3 oC. Proses pemurnian hasil utama dilakukan pertama
kali dengan memisahkan amoniak dengan cara mengembunkan, anilin, nitrobenzene, dan
diphenylamine sebagai hasil bawah separator drum (SD-301). Sebelum masuk menara distilasi
(MD-301), campuran anilin, nitrobenzene, dan diphenylamine diturunkan tekanannya sampai 1 atm
di expander valve (EV-301).
Menara distilasi (MD-301) memisahkan diphenylamine dari anilin sehingga diperoleh
kemurnian diphenylamine sebesar 99,8% sebagai hasil bawah. Hasil atas Menara Distilasi yang
kaya akan kandungan anilin dikembalikan sebagai umpan reaktor pada suhu 182,31 oC. Tekanan
terlebih dahulu dinaikkan sampai 1 atm pada pompa centrifugal (PP-302). Kemudian hasil bawah
Menara Distilasi pada suhu 301,36 oC yang kaya akan kandungan diphenylamine didinginkan di
cooler (CO-301) sampai suhu 75 oC dan selanjutnya melewati flacker (FL-301) untuk mengubah
cairan DPA menjadi padatan DPA yang selanjutnya dipacking dalam wadah kantong karton yang
ada di bawah scre conveyer (SC-401).
Pabrik Diphenylamine membutuhkan air untuk kelangsungan prosessebanyak
46.370,5776 kg/jam. Daya listrik yang disuplai dari PLN sebesar 1,6641 MW dengan
cadangan 1 buah generator. Hasil evaluasi ekonomi nilai Fixed Capital Investment (FCI)
pabrik ini adalah Rp 676.295.503.343,48 dan modal kerja Rp 119.346.265.295,91. Analisa
ekonomis menunjukkan nilai ROI sebelum pajak adalah 40,23% dan nilai ROI sesudah
pajak adalah 32,18%. POT sebelum pajak adalah 1,75 tahun dan POT setelah pajak adalah
2,1 tahun. Nilai BEP adalah 44,13% dan nilai SDP adalah 29,27%. Suku bunga dalam
DCFR selama 10 tahun rata-rata adalah 41%. Dengan demikian ditinjau dari segi teknis
dan ekonomi, pabrik Diphenylamine dengan kapasitas 70.000 ton/tahun menarik untuk
dikaji lebih lanjut.

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Chemistry
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 06 Mar 2024 08:54
Last Modified: 06 Mar 2024 08:54
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/39031

Actions (login required)

View Item View Item