GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI NGRAYONG SERTA POTENSINYA SEBAGAI RESERVOAR, DAERAH MANTINGAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN BULU, KABUPATEN BLORA-REMBANG, PROVINSI JAWA TENGAH

REZA PRATAMA, GRANIKO (2011) GEOLOGI DAN STUDI LINGKUNGAN PENGENDAPAN FORMASI NGRAYONG SERTA POTENSINYA SEBAGAI RESERVOAR, DAERAH MANTINGAN DAN SEKITARNYA KECAMATAN BULU, KABUPATEN BLORA-REMBANG, PROVINSI JAWA TENGAH. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyakarta.

[img]
Preview
Text
Cover,dll.pdf

Download (296kB) | Preview
[img]
Preview
Text
ring.pdf

Download (41kB) | Preview

Abstract

Daerah penelitian termasuk dalam wilayah yang berada di Zona Mandala Rembang secara administratif terletak di Kabupaten Blora-Rembang Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis terletak pada koordinat 543000 mT - 548000 mT dan 9237000 mU – 9244000 mU, yang tercakup dalam peta rupa bumi lembar Blora dengan nomor peta 1509-122 edisi 1-1999 dengan skala 1:25.000, dan luas daerah 5x7 km2 Secara geomorfik, daerah penelitian dibagi menjadi tiga satuan bentukan asal, yaitu bentukan asal struktural yang terdiri dari : Satuan Geomorfik Perbukitan Antiklin (S5) dan Satuan Geomorfik Perbukitan Sinklin (S7). Kemudian bentukan asal denudasional yang terdiri dari Subsatuan Geomorfik Gawir (D10) dan bentukan asal fluvial yang terdiri dari Subsatuan Geomorfik Tubuh Sungai (F1). Pola pengaliran yang berkembang pada daerah telitian yaitu subdendritik sebagai perkembangan dari pengaruh struktural berupa antiklin dan sinklin yang bekerja, dengan stadia geomorfologi yang telah mencapai tahapan dewasa. Stratigrafi daerah penelitian terdiri dari lima satuan batuan, dari tua ke muda adalah Satuan Batugamping Tawun berumur Miosen Bawah - Miosen Tengah (N.8-N.9) yang diendapkan di lingkungan mixed terrigenous-carbonates shoreline, Batupasir Ngrayong berumur Miosen Tengah (N.10-N.13) yang diendapkan di lingkungan tidal flat, Satuan Batugamping Bulu berumur Miosen Tengah (N.13) yang diendapkan di lingkungan outer shelf, Satuan Napal Wonocolo berumur Miosen Tengah (N.14-N.15) dengan lingkungan pengendapan lower shoreface, Satuan Batupasir-gampingan Ledok yang berumur Miosen Atas (N.16) yang diendapkan pada lingkungan upper shoreface, dengan hubungan stratigrafi yang selaras, serta Endapan aluvial berumur Holosen yang diendapkan tidak-selaras dengan satuan yang berada di bawahnya. Struktur geologi yang berkembang pada daerah telitian berupa struktur kekar dan lipatan yaitu antiklin dan sinklin dengan tegasan utama berarah utara - selatan. Dari analisis fasies pada Formasi Ngrayong yang menunjukkan asosiasi fasies Subtidal, Intertidal dan Supratidal, maka lingkungan pengendapan Formasi Ngrayong pada daerah penelitian ialah Tidal flat. Nilai rata-rata porositas batupasir Formasi Ngrayong berdasarkan sayatan tipis adalah 15,08 %, sedangkan berdasarkan metode penimbangan inti batuan didapatkan rata-rata 18,25%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kisaran harga porositas pada daerah telitian adalah baik (good). Sedangkan nilai rata-rata permeabilitas yaitu 203,8 md, sehingga skala permeabilitasnya adalah sangat baik (verygood). Berdasarkan analisis porositas dan permeabilitas sampel batupasir yang diambil pada litofasies Stratified Sandstone (Ss) pada fasies Intertidal, maka dapat disimpulkan bahwa Formasi Ngrayong merupakan batuan reservoar yang baik

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: Q Science > QE Geology
Divisions: Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences
Depositing User: Eny Suparny
Date Deposited: 16 Jun 2016 06:30
Last Modified: 16 Jun 2016 06:30
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/3869

Actions (login required)

View Item View Item