ANALISIS PERILAKU KOMUNIKASI DALAM KOMUNITAS VIRTUAL KOREAN ROLEPLAY LOGUE ENTERTAINMENT DI MEDIA WHATSAPP

Golden, Matilda Donna Widonasari (2023) ANALISIS PERILAKU KOMUNIKASI DALAM KOMUNITAS VIRTUAL KOREAN ROLEPLAY LOGUE ENTERTAINMENT DI MEDIA WHATSAPP. Other thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of Abstrak Matilda Donna 153190032.pdf] Text
Abstrak Matilda Donna 153190032.pdf

Download (152kB)
[thumbnail of Cover Matilda Donna 153190032.pdf] Text
Cover Matilda Donna 153190032.pdf

Download (224kB)
[thumbnail of Daftar Isi Skripsi Matilda Donna 153190032.pdf] Text
Daftar Isi Skripsi Matilda Donna 153190032.pdf

Download (120kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka Matilda Donna 153190032.pdf] Text
Daftar Pustaka Matilda Donna 153190032.pdf

Download (229kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan Matilda Donna 153190032.pdf] Text
Lembar Pengesahan Matilda Donna 153190032.pdf

Download (169kB)
[thumbnail of Skripsi Matilda Donna 153190032.pdf] Text
Skripsi Matilda Donna 153190032.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

ABSTRAK
Fandom Kpop pada perkembangannya melahirkan komunitas komunitas baru
dimana salah satunya adalah komunitas virtual roleplay. Roleplay adalah salah
satu jenis permainan peran di media sosial yang dimainkan oleh individu dengan
cara bertindak layaknya dirinya adalah orang yang ia perankan dari segi
pembawaan diri dan melakukan imitasi karakter yang dibawakan dengan
bagaimana ia menulis status dan merespon komentar dari orang lain. Komunitas
virtual roleplay menjadi sebuah panggung bagi para pelaku roleplay untuk saling
berinteraksi, mewujudkan dunia baru dengan karakter yang mereka ciptakan
sendiri. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian
kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam serta observasi sebagai
sumber data penelitian, dan menggunakan teknik triangulasi data untuk menguji
keabsahan data yang diperoleh. Perspektif cultural studies memandang KPop
bukan sebagai hiburan semata melainkan merupakan produk budaya yang
kemudian dikonsumsi oleh penggemar untuk memuaskan kebutuhan material
yang berhubungan dengan hasrat dan identitas dan memiliki andil dalam
membentuk gaya hidup modern. Roleplay membentuk komunitasnya sendiri
karena untuk membangun skenario dibutuhkan kerjasama dengan orang lain.
Ritual dalam roleplay seperti penggunaan kostum ataupun makeup diganti dengan
penggunaan face claim. Setidaknya ada 4 peran dalam roleplay di Logue
Entertainment yaitu tim manajemen, idola, master of ceremony, dan penggemar.
Permainan roleplay tidak hanya sebagai hiburan, namun dengan skenario yang
dijalankan dapat melatih berbagai keterampilan dan kemampuannya dalam
menyelesaikan masalah. Dengan mudah pemain roleplay dapat “melanggar”
batasan batasan yang biasanya menghalangi dalam kehidupan nyata seperti kelas,
ras, gender, status sosial, dsb, karena semua batasan itu dapat teratasi dengan
identitas alternatif. Teori identitas sosial memiliki pandangan dimana individu
memiliki keinginan untuk mempunyai identitas sosial yang positif. Penggemar
KPop melihat idolanya sebagai sosok yang memiliki citra positif dan
menjadikannya panutan. Adanya permainan roleplay ini memberi kesempatan
untuk menggunakan fantasi sebagai sarana ekspresi identitas alternatif atau
kepribadian yang selama ini tidak bisa dimunculkan karena tekanan budaya dan
syarat dari peran yang dijalankan dalam kehidupan nyata.
Kata Kunci : Roleplay, Cultural Studies, Komunitas Virtual, : Identitas Alternatif
ABSTRACT
The Kpop fandom growth and creating many sub community, including virtual
roleplay community. Roleplay is a type of game on social media that played by
individuals who acting and imitating of the characters that are presented by how
they write statuses and respond to comments from other people. The virtual
roleplay community becomes a stage for roleplayers to interact with each other,
creating a new world with the characters they create themselves. The method used
in this study is a qualitative research method by conducting in-depth interviews
and observation as a source of research data, and using data triangulation
techniques to test the validity of the data obtained. The perspective of cultural
studies views K-Pop not as mere entertainment but as a cultural product which is
then consumed by fans to satisfy material needs related to desire and identity and
has contributed to shaping modern lifestyles. Roleplay forms its own community
because building scenarios requires collaboration with other people. Rituals in
roleplay such as wearing costumes or makeup are replaced by using face claims.
There are at least 4 roles in roleplay at Logue Entertainment, namely
management team, idol, master of ceremonies, and fans. Roleplaying games are
not only for entertainment, but with scenarios that are executed, they can train
various skills and abilities in solving problems. Roleplayers can easily "break" the
boundaries that usually get in the way in real life such as class, race, gender,
social status, etc., because all these boundaries can be overcome with alternative
identities. Social identity theory has a view that individuals have the desire to
have a positive social identity. KPop fans see their idols as figures who have a
positive image and use them as role models. The existence of this roleplay game
provides an opportunity to use fantasy as a means of expressing alternative
identities or personalities that so far cannot be raised due to cultural pressures
and the requirements of roles that are carried out in real life.
Key Words : Roleplay,Cultural Studies, Virtual Community, Identity Alteration

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Roleplay,Cultural Studies, Virtual Community, Identity Alteration
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
Divisions: Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Social Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 09 Oct 2023 03:17
Last Modified: 09 Oct 2023 03:17
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37909

Actions (login required)

View Item View Item