ZEN, R. ISMAIL FAHMI (2023) GEOLOGI DAN KARAKTERISTIK SERPENTINISASI BATUAN ULTRAMAFIK DAERAH SUKARELA JAYA, WAWONII TENGGARA, KONAWE KEPULAUAN, SULAWESI TENGGARA. Diploma thesis, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Yogyakarta.
Text
Abstrak_R Ismail Fahmi Zen_111190113.pdf Download (11kB) |
|
Text
Cover_R Ismail Fahmi Zen_111190113.pdf Download (59kB) |
|
Text
Daftar Isi_R Ismail Fahmi Zen_111190113.pdf Download (48kB) |
|
Text
Daftar Pustaka_R Ismail Fahmi Zen_111190113.pdf Download (77kB) |
|
Text
Lembar Pengesahan_R Ismail Fahmi Zen_111190113.pdf Download (331kB) |
|
Text
Skripsi Full_R Ismail Fahmi Zen_111190113.pdf Restricted to Repository staff only Download (55MB) |
Abstract
Secara administratif, lokasi penelitian terletak pada wilayah izin usaha pertambangan
PT Gema Kreasi Perdana (Harita Group) yang berada di Daerah Sukarela Jaya,
Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan, Provinsi Sulawesi
Tenggara. Penelitian tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui kondisi geologi,
sebaran tingkat serpentinisasi, karakteristik serpentinisasi, dan lingkungan tektonik
dari batuan asal daerah penelitian. Pola pengaliran yang berkembang berupa pola
pengaliran ubahan subdentritik, dengan arah aliran relatif Utara-Selatan dan Barat
Laut-Tenggara. Geomorfologi daerah penelitian tersusun atas empat bentuklahan, yaitu
bentuklahan perbukitan denudasional (D1), perbukitan bergelombang (D2), lereng
struktural (S1), dan lahan bukaan tambang (A1). Stratigrafi tersusun atas satuan
litodem peridotit, satuan litodem serpentinit, dan satuan batugamping terumbu.
Struktur geologi yang berkembang berupa sesar dengan arah umum Barat Laut -
Tenggara dan Timur Laut - Barat Daya. Mineral serpentin yang dijumpai meliputi
lizardit, krisotil, dan antigorit. Tingkat serpentinisasi batuan ultramafik dapat diketahui
melalui hasil pengamatan batuan dan analisis petrografi yang terbagi menjadi empat
tingkat serpentinisasi yaitu tingkat serpentinisasi sangat rendah, tingkat serpentinisasi
rendah, tingkat serpentinisasi sedang, dan tingkat serpentinisasi tinggi. Tingkat
serpentinisasi tersebut dipengaruhi oleh struktur geologi yang berupa kekar dan juga
sesar. Tekstur serpentinisasi yang berkembang meliputi tekstur pseudomorfik (mesh,
hourglass, bastite) tekstur non-pseudomorfik (interlocking, interpenetrating), dan
tekstur urat. Berdasarkan analisis X-Ray Fluorensce dan analisis petrografis dari contoh
batuan dasar area pit, didapatkan tiga jenis litologi dengan tingkat serpentinisasi yang
berbeda antara lain lherzolit, harzburgit terserpentinisasi rendah, dan dunit
terserpentinisasi sedang. Berdasarkan diagram perbandingan unsur CaO dan MgO
batuan dasar yang disetarakan dengan diagram perbandingan menurut Deschamp
(2013) dapat diketahui bahwa batuan peridotit daerah telitian termasuk pada
lingkungan tektonik Subducted Zone.
Kata Kunci : geologi, litodem, serpentinisasi, tekstur
Item Type: | Thesis (Diploma) |
---|---|
Uncontrolled Keywords: | geologi, litodem, serpentinisasi, tekstur |
Subjects: | Q Science > QE Geology |
Divisions: | Faculty of Engineering, Science and Mathematics > School of Engineering Sciences |
Depositing User: | Eny Suparny |
Date Deposited: | 06 Oct 2023 08:05 |
Last Modified: | 06 Oct 2023 08:05 |
URI: | http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37899 |
Actions (login required)
View Item |