PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU PADA HAMA TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L.)

MUNTHE, MUHAMMAD MIRZA IRAWAN (2023) PENGARUH KONSENTRASI DAN FREKUENSI PEMBERIAN EKSTRAK DAUN TEMBAKAU PADA HAMA TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L.). Other thesis, UPN "Veteran" Yogyajarta.

[thumbnail of Abstrak eng.pdf] Text
Abstrak eng.pdf

Download (83kB)
[thumbnail of Abstrak ID.pdf] Text
Abstrak ID.pdf

Download (84kB)
[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf

Download (89kB)
[thumbnail of DAFTAR ISI.pdf] Text
DAFTAR ISI.pdf

Download (34kB)
[thumbnail of DAFTAR PUSTAKA.pdf] Text
DAFTAR PUSTAKA.pdf

Download (106kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan.pdf] Text
Halaman Pengesahan.pdf

Download (142kB)
[thumbnail of skripsi yang sudah tanda tangan.pdf] Text
skripsi yang sudah tanda tangan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

PENGARUH KONSENTRASI dan FREKUENSI PEMBERIAN EKSTRAK
TEMBAKAU PADA HAMA TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L.)
Oleh : Muhammad Mirza Irawan Munthe
Dibimbing Oleh: Mofit Eko Poerwanto
ABSTRAK
Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan tanaman yang rentan
terhadap serangan hama. Pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan
pestisida sintetis, namun residu pestisida sintetis dapat meracuni lingkungan sekitar.
Pestisida nabati merupakan pestisida yang berasal dari tumbuhan, daun tembakau
mengandung 2 – 8 % nikotin. Nikotin juga berfungsi sebagai racun saraf kuat
(potent nerve poison) dan digunakan sebagai racun pada serangga. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui konsentrasi larutan ekstrak daun tembakau dan
frekuensi pengaplikasian paling optimal pada hama tanaman cabai. Penelitian ini
menggunakan rancangan petak terbagi (Split Plot Design) dengan dua faktor yaitu
faktor 1 yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 0 mL/L, 5 mL/L, 10 mL/L dan 15
mL/L, faktor 2 merupakan frekuensi pemberian ekstrak tembakau yang terdiri dari
satu minggu sekali dan dua minggu sekali. Pengamatan dianalisis menggunakan
Sidik Ragam (ANOVA) dengan taraf 5% dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda
Duncan (DMRT) dengan taraf 5%. Perlakuan ekstrak daun tembakau 5 mL/L nyata
lebih baik pada populasi hama kutu daun persik dan tingkat kerusakan daun
sedangkan konsentrasi 10 mL/L nyata lebih baik pada populasi hama thrips dan
populasi hama tungau. Perlakuan frekuensi pemberian ekstrak daun tembakau 1
minggu sekali nyata lebih baik pada populasi hama kutu kebul dan populasi hama
tungau
Kata Kunci: Tanaman Cabai, Ekstrak Tembakau, Hama

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Tanaman Cabai, Ekstrak Tembakau, Hama
Subjects: S Agriculture > S Agriculture (General)
Divisions: Faculty of Medicine, Health and Life Sciences > School of Biological Sciences
Depositing User: Eko Yuli
Date Deposited: 29 Sep 2023 04:01
Last Modified: 29 Sep 2023 04:01
URI: http://eprints.upnyk.ac.id/id/eprint/37726

Actions (login required)

View Item View Item